Kabarjambi.net – Menteri Pendidiman dan Kebudayaan Mudhadjir Effendi berencana akan menerapkan sekolah Senin-Jumat. Dimana pada Sabtu seluruh siswa dari SD sampai SMA sederajat akan libur.

Mengutip detik.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan tak setuju rencana ini. Alasannya, jam sekolah pagi hingga sore tak sesuai kultur budaya muslim Indonesia.

“Hal mendasar yang terjadi saat full day school diterapkan adalah matinya madrasah-madrasah diniyyah, belajar agama sore hari, interaksi santri-kiai di sore hari,” kata Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni, Minggu (11/6).

Padahal, ujarnya, justru pada waktu sore adalah momen yang sangat penting. Karena pada sore hari anak-anak muslim usia sekolah mendapatkan bimbingan etika dan moralitas yang matang.

Sulton mengatakan kebijakan full day school tidak aspiratif dan mendapatkan penolakan masyarakat. Ia juga mengkritisi pemerintah yang kerap gonta-ganti kebijakan dalam hal pendidikan.

“Sudahlah, sudahi tradisi buruk mengutak-atik sesuatu yang tidak substansial. Lakukan evaluasi secara berkala dalam kurun waktu yang ideal. PBNU tetap tidak setuju konsep full day school dan jika dipaksakan Ketua Umum PBNU akan menghadap langsung ke Pak Presiden untuk menyampaikan ketidaksetujuan hal ini,” jelas Sulton.

Sebelumnya Mendikbud beralasan penerapan sekolah hanya Senin hingga Jumat karena selama 5 hari itu. Proses belajar-mengajar sudah mencapai waktu 40 jam.(Net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here