Kabarjambi.net- Pasca kebakaran yang melanda salah satu yayasan panti asuhan Rifahiyatul Bilad di kawasan jalan Guru Muchtar, Kecamatan Jambi Selatan, kota Jambi pada 16 Juli lalu, sebanyak 54 anak yatim piatu terpaksa mengungsi di rumah warga.

Selain mengungsi di rumah warga, puluhan anak yatim piatu yang dirawat oleh yayasan Rifahiyatul Bilad, juga tak bisa kembali menempati lokasi yang terbakar setelah diketahui lahan panti asuhan tersebut kini masih milik hak sewa orang lain, sehingga mereka harus membayar Rp 350 juta untuk menebusnya.

Pengurus panti asuhan Rifahiyatul Bilad, Kamila mengatakan selain mengungsi di rumah warga sekitar, proses belajar mengajar juga terhenti.

” Saat ini, setelah terjadinya kebakaran itu, 18 orang anak asuh yang terdiri dari wanita dititipkan di berbagai rumah warga sekitar, karena keadaan rumah yang biasanya menjadi tempat proses belajar – mengajar serta tempat menginap ataupun beribadah, telah ludes,” ujar Kamila ketika ditemui kabarjambi.net di lokasi panti asuhan Rifahiyatul Bilad tersebut, Jumat, (7/10/2016)

Ia menyebutkan, saat ini dirinya hanya bisa pasrah. Dua bulan sudah kejadian kebakaran itu berlalu, Kamila sebagai pengurus yayasan sesekali hanya bisa menunggu uluran tangan para dermawan yang memberikan bantuan suka rela kepada yayasan.

” Sekarang ini, kami hanya dapat bantuan dari para dermawan saja, dari bantuan sembako ataupun bantuan baju maupun buku-buku dan alat beribadah,” ujarnya.

Dirinya berharap, bahwa setelah kejadian kebakaran ini, setidaknya pihak pemerintah setempat dapat membantu meringankan beban ataupun memberikan bantuan dalam pembangunan panti.

” Waktu itu, setelah kejadian kebakaran, bapak gubernur serta bapak walikota sempat melihat keadaan bangunan ini, tetapi sekarang tidak ada lagi,” jelasnya. “Saya hanya berharap, agar pemerintah setidaknya mau sedikit meringankan beban kami, untuk mau membantu membangun yayasan panti asuhan ini, agar anak asuh yang kami rawat tidak lagi harus mengungsi di rumah warga ataupun tempat proses mengajar kami dalam keadaan layaknya seperti dulu lagi,” sambung Kamila dengan penuh harapan. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY