Ati (Nasabah Bank Mega) saat ditunjukan bukti-bukti transfer oleh pihak Bank Mega

Kabarjambi.net- Seorang nasabah Bank Mega yang berada di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Jelutung, Ati, ngamuk saat mengetahui uang Rp 5 miliar di rekening tabungannya hilang.

Warga Jalan Panglima Polim ini mengatakan, sejak Senin (26/9/2016) dirinya sudah datang ke Bank Mega untuk meminta data-data uang di rekeningnya, namun pihak bank malah menutup-nutupi.

” Ternyata uang saya sudah kosong di rekening. Pihak bank tidak bisa menunjukkan data-data kenapa uang saya bisa habis di dalam rekening tersebut,” kata Ati yang tampak emosi saat dijumpai wartawan, di Bank Mega, Selasa (27/9/16).

Dia menjelaskan, dirinya membuka rekening tabungan sejak 2010 atas kuasanya sendiri. Namun, saat ini rekeningnya kosong. Pihak Bank sempat memperlihatkan data transfer dari rekening milik Ati, namun itu dibantahnya.

“Saya tidak pernah mentransfer uang dalam daftar-daftar ini,” tuturnya. “Yang bisa membuka rekening itu cuma saya saja. Kenapa uangnya bisa berpindah ke rekening orang lain? Apa bisa uang nasabah berpindah ke rekening lain tanpa sepengetahuan nasabah,” terangnya.

Fakta lain yang disebutkan oleh warga keturunan Tionghoa serta pengusaha ini, ditemukannya dua KTP dengan identitas dirinya, namun dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang berbeda.

” Saya tidak tahu menahu kenapa dua KTP bisa muncul dengan NIK yang berbeda,” jelasnya.(fa)

10 KOMENTAR

  1. Mohon tulis berita jangan menuliskan keturunan kata-kata Tionghoa, Arab, India, Bugis, Jawa atau Batak. Jangan menuliskan suku seseorang di dalam berita anda, terima kasih.

    • ada yang salah dengan ke-suku-an? menyebutkan suku itu hal yang lazim dan tidak melanggar hukum, nilai dan norma. Suku itu justru identity manusia berkaitan dengan historis genetis bahkan sikap menjunjung tinggi para leluhur kita.. saya bangga disebutkan sukunya sebagai suku jawa, seperti halnya orang batak menyebutkan sukunya sbg suku batak dan marga tertentu, termasuk keturunan tionghoa juga saya yakin bangga dgn genetis tionghoanya…. yang tidak boleh disini adalah menghina manusia dgn mengatas namakan suku agama atau ras, tapi di ranah dimana suku sbg identity maka itu hal yg sangat lazim

  2. Hati hati jika menyebarkan berita palsu. Pencemaran nama baik / Fitnah = UU PIDANA PASAL 317 KUHP. Atau 4 tahun penjara

  3. Sebaiknya kabar yg belum jelas ujung pangkalnya jangan langsung dikemas menjadi berita. Sebagai pewarta anda harus memberikan berita secara fair kepada publik. Dalam berita ini anda sama sekali tidak menyuguhi jawaban dari pihak Bank. Saya kira media ini bukan media gossip. Ada pihak yg anda rugikan nama baiknya jika apa yg anda beritakan itu masih simpang siur dan hanya sebatas pengakuan dari seseorang.

  4. Sebaiknya pengakuan seseorang jangan langsung dikemas sebagai berita apalagi dalam pernyataan tersebut ada pihak lain yg dituding dan tercemar nama baiknya. Anda sebagai pewarta sebaiknya menyajikan berita yg fair utk disuguhkan pada publik. Saya rasa web berita anda bukan web gossip.

    • ada yang salah dengan ke-suku-an? menyebutkan suku itu hal yang lazim dan tidak melanggar hukum, nilai dan norma. Suku itu justru identity manusia berkaitan dengan historis genetis bahkan sikap menjunjung tinggi para leluhur kita.. saya bangga disebutkan sukunya sebagai suku jawa, seperti halnya orang batak menyebutkan sukunya sbg suku batak dan marga tertentu, termasuk keturunan tionghoa juga saya yakin bangga dgn genetis tionghoanya…. yang tidak boleh disini adalah menghina manusia dgn mengatas namakan suku agama atau ras, tapi di ranah dimana suku sbg identity maka itu hal yg sangat lazim

LEAVE A REPLY