Kopi Jangkat “Melesat”, PAD Miliaran Rupiah Tidak Masuk Kas Daerah Merangin

Ditengah tingginya penghasilan kopi di Kawasan Jangkat, Pemkab Merangin Provinsi Jambi dirugikan hingga miliaran rupiah karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak dapat.

Tak kurang 300 ton per tahun, hasil kopi Merangin dibawa keluar (“Melesat”-red) tanpa kontribusi untuk daerah.

‘’Diwilayah Kecamatan Jangkat, Lembah Masurai dan sekitarnya, lahan yang dikelola oleh warga pendatang sebagian besar dijadikan kebun kopi. Tapi hasilnya tak ada yang masuk PAD kita,” ujar WaBup dihadapan Komisi I DPRD Provinsi Jambi, saat membahas pemberian piagam Sungai Tebal.

Ratusan ton Kopi yang dihasilkan setiap tahun itu, langsung dibawa ke luar Merangin, seperti, ke Provinsi Bengkulu, Lampung dan daerah lainnya.

‘’Kopi-kopi tersebut langsung saja dibawa keluar. Kita merugi hingga miliaran rupiah setiap tahunnya karena tak mendapatkan PAD dari sektor tersebut,”tambah Wabup.

Parahnya lagi, kopi yang dibawa keluar tersebut meski berasal dari Merangin, namun tak disebut kopi Merangin. Hal ini disebabkan pengelolaannya dilakukan oleh orang luar kabupaten Merangin.

‘’Para petani kopi merupakan warga pendatang, hasil panen mereka setelah sampai keluar tak disebut lagi kopi Merangin. Padahal kopi tersebut berasal dari daerah kita,” tuturnya.

Kondisi ini sebut wabup, salah satunya disebabkan pengelolaan pemasaran maupun pengolahan komiditi Kopi di Merangin yang masih jauh dari harapan, padahal kabupaten Merangin bisa dikatakan sebagai sentra penghasil Kopi di Provinsi Jambi.

Salah satu wilayah di Kab MeranginSebelumnya, Bupati Merangin, H Al Haris, juga menyayangkan kurang baiknya pengelolaan dan pemasaran Kopi di Merangin.  Dan berharap kedepannya, harus bisa mengembangkan potensi kopi sebagai komoditi andalan daerah.

Untuk itu, Pemkab Merangin akan bekerjasama dengan PTPN VI akan membuat pabrik pengolahan kopi di Merangin.

yang menjanjikan di Merangin ini, mudah mudahan pemerintah benar benar serius memikirkan ini,”harap seorang petani Kopi asal Jangkat.

(jambidaily.com/NZR)

Hal ini terjadi karena regulasi dan pengawasan yang tidak tepat terhadap pengelolaan hasil perkebunan kopi yang telah dilakukan oleh pemerintah Merangin. Seharusnya potensi yang sangat besar ini sudah menjadi perhatian serius oleh pemerintah Merangin sejak dari awal. Tanpa menunggu hal buruk terjadi baru PemKab bergerak.

Tindakan taktis dan tepat harus segera dilakukan PemKab, jangan hanya mengeluh saja dan memberikan ucapan prihatin tanpa ada tindakan nyata. Banyak pihak yang dirugikan akibat kelalaian PemKab dalam mengelola Industri perkebunan di merangin. Petani kopi sangat dirugikan karena mereka harus menjual hasil kopi mereka dengan harga rendah. Sedangkan jika dikelola dengan teknologi tepat guna paska panen maka mereka akan mendapat nilai tambah secara materi. Pemerintah juga kehilangan PAD miliaran yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan penduduk Merangin dan Jambi sendiri.

Di artikel selanjutnya kita akan bahas manajemen perkebunan industri paska panen..

to be continued ……………….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here