KabarJambi.net – Perusahaan angkutan luar angkasa SpaceX mengembangkan pesawat antariksa, yang mampu memindahkan 100 orang ke Mars dengan tujuan menduduki planet tersebut, kata pemilik SpaceX, Elon Musk, pada Selasa (27/9/2016).

Musk berencana meluncurkan misi pertama secepat-cepatnya pada 2024. Untuk selanjutnya, SpaceX akan terbang ke Mars setiap 26 bulan sekali saat Bumi dan Mars berada dalam posisi terdekat.

Namun, Musk tidak berani menjamin keselamatan semua orang dalam perjalanan tersebut.

“Resiko kematian dalam penerbangan ini sangat tinggi. Anda harus siap mati dan jika setuju, maka Anda adalah calon untuk ikut,” kata dia dalam paparan dalam acara Kongres Antariksa Internasional di Guadalaraja.

Salah satu persoalan terbesar, yang harus dihadapi SpaceX untuk mewujudkan mimpi mengkoloni Mars dan mentransformasi planet tersebut, adalah menurunkan biaya sehingga bisa menarik lebih banyak konsumen.

“Kami tidak bisa menciptakan peradaban baru yang lestari jika harga tiket ke Mars masih sekitar 10 milyar dolar AS (atau sekitar Rp130 trilyun) per orang,” kata dia.

“Sasaran kami adalah menurunkan biaya tersebut sampai pada level rata-rata sebuah rumah di Amerika Serikat, atau sekitar 200.000 dolar AS,” kata Musk.

Calon penduduk Mars tidak harus membeli satu tiket perjalanan karena bisa memilih untuk pulang dengan menggunakan pesawat yang sama.

“Jumlah orang yang berniat pergi ke Mars akan naik secara signifikan jika mereka mempunyai pilihan untuk pulang, meskipun mereka tidak pernah menggunakan pilihan tersebut,” kata dia.

Tantangan lain dari misi penerbangan manusia ke Mars adalah modal, dengan biaya pengembangan sekitar 10 milyar dolar AS.

“Saya secara pribadi harus mengumpulkan aset-aset milik saya untuk membiayai proyek ini,” kata Musk dengan menambahkan bahwa misi ke Mars “akan menjadi misi kerja sama antara publik dengan sektor privat”.

SpaceX, perusahaan yang didirikan Musk khusus untuk mengkoloni Mars, adalah salah satu dari sejumlah usaha yang dibiayai bersama antara pemerintah dengan swasta. Perusahaan itu berencana untuk membawa manusia ke Planet Merah dan tujuan-tujuan lain di luar orbit Bumi.

Jarak rata-rata Bumi ke Mars adalah sekitar 225 km dan mendaratkan manusia ke planet tersebut, setelah terbang ke luar angkasa selama enam sampai sembilan bulan, adalah target yang ambisius. Musk berharap waktu perjalanan bisa dipercepat sampai tiga bulan.

Pemerintah Amerika Serikat, melalui badan luar angkasa NASA, mendukung misi SpaceX ke Mars yang ditargetkan akan meluncur pada 2018 tanpa manusia. Misi tersebut akan menguji permukaan dan sistem pendaratan di Mars.

Sementara itu, Blue Origin, perusahaan transportasi luar angkasa milik pendiri Amazon.com, Jeff Bezos, juga tengah mendesain kapsul bernama New Armstrong dengan misi ke Mars. (***)

Sumber : Antara/Reuters

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY