KabarJambi.net – Keledai saja tidak mau jatuh ke lubang yang sama. Namun berbeda dengan pimpinan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Meski tahun lalu Dirut Utama mereka, Ali Imron masuk bui lantaran kasus korupsi Alkes, kini korupsi yang sama kembali dilakukan.

Kejati Jambi saat ini sedang menyelidiki kasus korupsi Alkes jilid 2 senilai Rp 14,5 M.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek ini adalah Diah, lalu rekanan atau pihak ketiganya adalah PT Arun.

Proyek ini dicairkan 100 persen oleh KPA, namun pelaksanaanya dikabarkan baru 30 persen.

Mirisnya, isu beredar, jaminan bank dalam proyek ini juga dibayar dengan cek kosong.

PT Arun sebagai rekanan beralamat di Jakarta. Informasi yang beredar dari orang dalam RSUD Raden Mattaher, rekanan ini diback up oleh salah satu pejabat besar di Provinsi Jambi. Pejabat ini memang banyak mengerjakan proyek di RSUD Raden Mattaher, namun menggunakan perusahaan orang lain.

Kepala Seksi Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi, Imran Yusuf mengatakan kasus pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mataher Provinsi Jambi, tahun 2015 memasuki tahap penyidikan.

“Karena kasusnya sudah masuk tahap penyidikan, dari dua minggu kita bekerja, beberapa prioritas-prioritas perkara sudah kita selesaikan,” kata Imran saat dikonfirmasi KabarJambi.net di Gedung Kejati Jambi, Senin (24/10/2016)

Imran mengatakan, dari penyidikan, pihaknya sudah memeriksa delapan orang saksi. “Kita sudah memeriksa sekitar delapan saksi terdiri dari Panitia Pengadaan, Panita Penerima pekerjaan dan Staf lainnya di RSUD sendiri,” terang Imran.

Lebih lanjut, Imran menegaskan untuk rekanan perkara tersebut, akan diperiksa setelah menyelesaikan saksi-saksi dari rumah sakit.

“Nanti pada saatnya akan kita periksa, itu anggaran sekitar Rp 14,5 Miliar,” pungkas Imran.(Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY