Mahathir vs Najib, Guru vs Murid

KABARJAMBI.NET – Mahathir Mohamad kembali ke panggung politik. Mantan Perdana Menteri Malaysia yang berkuasa selama 22 tahun ini kembali dengan agenda besar. Menumbangkan Najib Razak, sang Petahanan.

Bukan sekesar menggusur Najid dari kursi Perdana Menteri Malaysia. Tapi juga mengakhiri dominasi Barisan Nasional (BN) yang telah berkuasa di Malaysia sejak 60 tahun yang lalu. Ada apa dengan Mahathir, sang veteran berusia 92 tahun tersebut?

Sejatinya, Mahathir dan Najib bukanlah ‘orang jauh’. Mereka adalah guru dan murid di panggung politik Malaysia. Sejak merdeka dari kekuasaan Inggris, sejarah Malaysia nyaris tak pernah lepas dari Mahathir dan Najib.

Dulu, saat berkuasa, Mahathir mempunyai dua murid yang sangat ia andalkan. Yakni Anwar Ibrahim dan Najib Razak. Hanya saja hubungan Mahathir dan Anwar lebih cepat memburuk. Anwar pun masuk bui dengan tuduhan melakukan sodomi.

Tinggal Najib yang bertahan sebagai anak muda ‘putra mahkota’ calon penerus Mahathir. Memang Najib tak langsung menjadi Perdana Menteri. Ia sempat menjadi Wakil Perdana Menteri sebelum menjadi orang nomor satu pada 2009 lalu.

Najib sangat mengandalkan UMNO, partai terbesar dalam koalisi Barisan Nasional. UMNO juga adalah partai politik yang dibesut kelahirannya orang Mahathir. Namun belakangan konflik mencuat antara guru dan murid.

Dengan berbagai kasus, terutama dugaan korupsi yang berkait dengan Najib, Mahathir pun mengukuhkan kembali ke panggung politik. Untuk menumbangkan Najib, ia tak segan-segan merangkul kembali Anwar Ibrahim, bekas murid yang juga kemudian menjadi musuhnya.

Pemilu Rabu (9/5/18) kemarin menjadi bukti ‘kesaktian’ Mahathir. Mahathir, sahabat Soeharto yang dulunya juga memerintah dengan tangan besi ini, mengalahkan Najib dalam perolehan suara parlemen Malaysia.

Koalisi yang dibangun Mahathir berhasil meraih kursi terbanyak di Parlemen. Semestinya Mahathir bisa dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia. Namun benarkah Mahathir akan dilantik lagi? Belum tentu. Karena dikabarkan pihak kerajaan tak cukup nyaman dengan sang Doktor M.(mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here