KabarJambi.net – Diduga melakukan pungutan liar (pungli), Lurah Lubuk Kambing, Kecamatan Renah Menalu, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi, bernama M.Yamin dilaporkan oleh warganya ke Polres Tanjab Barat.

Warga yang menjadi pelapor meminta lurah mereka segera ditangkap dan diproses hukum oleh polisi.

“Tindakan yang dilakukan lurah ini sudah keterlaluan, makanya kita selaku masyarakat melaporkan dirinya kepada pihak kepolisian,” terang salah satu warga di Kelurahan Lubuk Kambing, bernama Mawardi Yunus, Selasa (22/11/2016)

Dia mengungkapkan, masyarakat selalu diminta upeti apabila ingin melakukan setiap urusan melalui lurah yang bersangkutan, mulai dari pengurusan dalam pembuatan sertifikat prona, pemberian Raskin kepada masyarakat hingga adanya pemotongan gaji setiap bulan terhadap setiap ketua Rukun Tetangga (RT).

“Kalau masyarakat mau mengurus sertifikat prona, diminta dua juta rupiah persertifikat, kalau pemberian raskin kepada kita selalu dikurangi setiap kilonya,” kata Mawardi ini kepada awak media.

Mawardi menjelaskan, yang lebih parahnya lagi setiap ada masyarakat yang ingin menjual lahannya mereka diwajibkan membayar 10 persen dari nominal penjualan.

“Begitu juga untuk gaji seorang RT, dari 10 RT yang dibawah naungannya setiap bulannya. Setiap RT gajinya harus dipotong mulai dari 100 ribu hingga 150 ribu,” kata dia.

Ditambahkan, masyarakat sudah sepakat agar Lurah M. Yamin ini diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai lurah, dan kasusnya bisa segera diproses secara hukum.

“Menurut kita, pungutan liar yang dilakukannya ini sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu, selama dirinya menjabat sebagai lurah sampai saat ini,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, lurah Lubuk Kambing M. Yamin belum bisa dimintai keterangan. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY