KabarJambi.net – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, V Carlusa menyebutkan bahwa perekonomian Jambi triwulan-III 2016 tumbuh sebesar 4,03 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang hanya 3,57 persen.
“Namun angka pertumbuhan triwulan-III itu relatif lebih rendah bila dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2015 yang mencapai 4,38 persen. Angka ini juga lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,02 persen (yoy),” kata Carlusa usai Pertemuan Tahunan Bank Indoneisa 2016 di Hotel Swissbel, Jambi, Kamis (22/12/2016).

Carlusa juga mengatakan pertumbuhan perekonomian Jambi triwulan-III 2016 ini juga lebih rendah dari perkiraan awal atau sedikit tertahan oleh kontraksi sektor pertambangan dan pengendalian.

Sedangkan inflasi Provinsi Jambi triwulan-III 2016 tercatat sebesar 3,86 persen (yoy) atau lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang hanya 3,38 persen dan lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya 3,07 persen (yoy).

“Inflasi Provinsi Jambi merupakan komposit dari inflasi Kota Jambi sebesar 3,93 persen dan inflasi Kabupaten Bungo sebesar 3,20 persen (yoy),” kata Carlusa.

Dijelaskannya, kenaikan tingkat inflasi di Kota Jambi utamanya didorong inflasi pada kelompok bahan pangan bergejolak yang tinggi sebesar 5,24 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya yang hanya 4,38 persen.

“Kenaikan inflasi kelompok tersebut utamanya disebabkan kenaikan harga cabai merah, beras dan daging ayam,” ujarnya. (afm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here