Kabarjambi.net – Kepala desa (kades) dihimbau untuk mengedepankan asas transparansi. Terutama dalam hal pengelolaan anggaran dana desa.

Kades diingatkan untuk tidak coba-coba main tunggal dalam mengelola anggaran di desa. Resikonya adalag berpotensi berujung kasus hukum.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Merangin, H Muhammad Ladani. “Kami minta seluruh kepala desa melibatkan elemen masyarakat dan transparan dalam pengelolaan dana desa,” ujar Ladani, Selasa (22/8).

Selain itu, Ladani juga mengatakan dalam melakukan pembangunan atau kegiatan dalam desa, hendaknya murni aspirasi dari masyarakat. Tujuannya agar tidak ada masalah yang timbul.

“Kelola dana desa dengan baik sesuai yang diatur dalam undang undang. Harus transparan. Kemudian libatkan elemen masyarakat, dan kelompok. Murni aspirasi masyarakat,” katanya lagi.

Ladani mengatakan rutin melakukan monitoring, sosialisasi, dan singkronisasi soal dana desa. Ia berkordinasi dengan seluruh kecamatan di Kabupaten Merangin.

“Kami dari pemerintah selalu melakukan sosialisai, monitoring. Di sana kita juga menghadirkan perangkat desa tokoh masyarakat dan sebagainya,” jelasnya lagi.

Sebelumnya Kajari Merangin Haryono mengatakan banyak menerima laporan dugaan penyalahgunaan dana desa. Dikatakan Haryono laporan yang masuk berkisar 80 laporan.(Lho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here