KabarJambi.net – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menyikapi secara serius mewabahnya pasien penyakit kusta di wilayah itu.

Sekretaris Dinkes Mimika Reynold Ubra di Timika, Selasa, mengatakan temuan pasien penyakit kusta di Mimika dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

“Kalau mengacu pada data tahun 2015, kasus kusta sudah ada di wilayah Mimika Barat Jauh seperti di Kampung Aindua dan Yapakopa, lalu bergeser sampai di wilayah Mimika Barat Tengah yaitu di Kampung Wakia dan Uta. Sementara di sekitar Kota Timika, pasien kusta juga ditemukan di Kampung Kamoro Jaya wilayah Puskesmas Wania dan beberapa Puskesmas lainnya,” ujar Reynold.

Sehubungan dengan itu, katanya, tahun ini Dinkes Mimika akan memprioritaskan petugas-petugas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di seluruh Mimika untuk melakukan deteksi dini sekaligus pengobatan.

“Tahun depan kami merencanakan untuk membuat suatu penanganan yang lebih komprehensif terhadap penyakit kusta di Mimika mulai dari deteksi dini hingga menyiapkan pendamping minum obat (PMO) di keluarga-keluarga yang terkena penyakit kusta,” jelasnya.

Guna meminimalisasi potensi tertular penyakit kusta, menurut Reynold, sangat penting untuk memberi pemahaman kepada warga agar menghindari kontak langsung dengan pasien. Adapun bagi warga yang sudah terinfeksi kusta diharapkan agar segera diobati hingga tuntas. Bagi pasien yang mengalami kecacatan dan perlu dirujuk lebih lanjut maka harus dilakukan rujukan untuk berobat di rumah sakit lain.

Reynold mengatakan penanganan pasien kusta di wilayah Kota Timika dan sekitarnya cukup maksimal lantaran petugas langsung melakukan pendampingan kepada pasien untuk meminum obat secara teratur.

Namun permasalahan muncul di wilayah pedalaman dan pesisir yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

“Kami sedang mencari model penanganan penyakit kusta yang lebih komprehensif terutama di wilayah pedalaman yang jauh dari layanan kesehatan. Peluang untuk itu cukup terbuka karena adanya jaminan kesehatan daerah yang dialokasikan dari APBD Mimika. Dengan adanya dana itu maka akan membantu pasien untuk dapat mengakses layanan kesehatan guna mengobati penyakitnya,” harap Reynold.

Dukungan pendanaan untuk penanganan kasus kusta yang lebih komprehensif di Mimika juga melalui alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dikelola Dinkes Mimika. Apalagi sebagian besar pasien kusta tersebut berdomisili di wilayah pedalaman dan pesisir yang merupakan kantong-kantong pemukiman masyarakat asli Papua.

Di wilayah Provinsi Papua, kasus kusta terbanyak ditemukan di daerah Mumugu, Kabupaten Asmat.

Penanganan pasien kusta di Mumugu tersebut kini semakin baik. Bahkan Kementerian Kesehatan berencana untuk membangun pusat rehabilitasi penyakit kusta di Mumugu dalam waktu dekat.  (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY