Kabarjambi.net – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa Sarolangun (Himsar) unjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sarolangun, Kamis (26/1). Mahasiswa menuding bahwa KPU Sarolangun mendapatkan intervensi dari salah satu pasangan calon (paslon).

Pantauan di lapangan, sebelum mendatanggi KPU Sarolangun, sekitar pukul 10.00 WIB, belasan mahasiswa terlebih dahulu melakukan orasi di persimpangan kantor bupati. Setelah puas berorasi, mereka lalu menuju kantor KPU Sarolangun.

Di kantor KPU mahasiswa juga orasi. Mereka menilai KPU tidak transparan dan tidak netral selama proses pilkada Sarolangun yang pemungutan suaranya akan berlangsung pada 15 Februari. Selain itu, mereka juga menyebut ada kejanggalan jumlah DPT.

Menurut M kholis, korsinator lapangan aksi, banyak bukti yang ditemui. Salah satunya adalah masih belum validnya daftar pemilih tetap.

“Kami butuh penjelasan Ketua KPU sarolangun. Terkait dengan DPT sarolangun,” tegasnya.

Setelah puas berorasi akhinya, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himsar dengan ketua umum M Fadhil disambut oleh ketua KPU, Ahyar dan anggotanya. Di hadapan ketua KPU mereka meminta agar KPU bisa berkomitmen.

“Ada tiga tuntutan kami. Yakni meminta KPU berkomitmen untuk netral dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun. KPU netral dan akuntabel selama proses pilkada. Mempertanyakan jumlah DPT yang berubah secara drastis,” pinta mahasiswa.(harun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here