GUBUG SENG BEKAS - Kondisi tempat tinggal darurat korban kebakaran di Desa Pulau Raman, Siau.

KABARJAMBI.NET – Cepat dapat simpati, secepat itu pula dilupakan. Itulah yang terjadi dengan para korban kebakaran di Desa Pulau Raman, Kecamatan Siau, Merangin.

Bantuan awalnya cukup deras mengalir. Namun hingga kini kondisi korban masih mengenaskan. Tinggal di gubug atau pondok darurat yang terbuat dari seng bekas terbakar.

“Saya gambarkan, korban seperti tinggal di gubuk derita. Rumah beratapkan terpal, dinding seng bekas dari rumah korban yang terbakar,” ujar Hairul Ihwan, warga setempat, Jumat (8/9).

Ia katakan, para korban masih sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah. Hairul berharap agar pemerintah daerah bisa memberikan bantuan berupa material untuk membangun rumah mereka.

“Bantuan dari pemerintah sangat diharapkan, supaya bisa membangun kembali. Selain itu mereka juga butuh alat-alat rumah tangga atau barang pecah belah,” ujarnya.

Hanya saja, gayung tak bersambut. Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) Kabupaten Merangin, Mardansyah Saidi, mengaku belum ada bahan material yang bisa diberikan kepada para korban kebakaran.

“Untuk saat ini belum ada. Agar mendapatkan dana untuk membantu korban kebakaran di Pulau Raman, kita mengajukan dulu ke pusat,” ungkapnya.

Mardansyah mengatakan berharap para korban lebih bersabar. “Kita berharap korban agar bersabar dulu. Dana perlu kita ajukan dulu ke pusat. Karena dana daerah kita saat ini tidak ada,” ujarnya.

Kebakaran terjadi di Desa Pulau Raman Kecamatan Siau, Sabtu (19/8) lalu. Akibat amukan api sedikitnya 12 rumah warga dibuat rata dengan tanah.(May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here