Kabarjambi.net – Sebagian korban banjir di Kabupaten Sarolangun, kini mulai terserang penyakit gatal-gatal. Sementara banjir yang melanda empat kecamatan di Sarolangun hingga kini masih berlangsung.

“Ya korban banjir sudah mulai terserang penyakit kulit seperti gatal-gatal. Tapi tidak signifikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sarolangun, H Adnan, Selasa (7/3).

Berdasarkan laporan petugas kesehatan dibawah sebutnya, ada beberapa wilayah yang mengeluh terserang penyakit gatal-gatal. Yakni korban banjir yang berada diwilayah kecamatan Pauh, seperti di desa Spintun dan sekitarnya.

“Sejauh ini baru itu, untuk penyakit lain seperti diare dan DBD belum ada. Tapi kita mewaspadai hal itu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, gagal-gatal merupakan salah satu jenis penyakit yang berpotensi terjadi saat banjir dan pascabanjir. Jenis penyakit lainnya yang juga berpotensi terjadi ialah demam berdarah dengue (DBD) dan diare.

“Mungkin karena selama banjir mereka berendam di air keruh. Makanya kulit menjadi gatal. Tapi pasca banjir nantinya DBD dan diare bisa mengancam juga,” ungkapnya.

Terkait hal ini lanjutnya, pihaknya telah turun kelapangan untuk memberikan pengobatan. Selain itu petugas puskesmas dan bidan desa di stanby di wilayah tersebut.

“Puskesmas buka 24 jam. Dokter juga telah kita turunkan kelokasi banjir,” tuturnya.(harun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here