Pariwisata adalah salah satu mesin penggerak perekonomian dunia yang terbukti mampu memberikan kontribusi terhadap kemakmuran sebuah negara. Pembangunan pariwisata mampu menggairahkan aktivitas bisnis untuk menghasilkan manfaat sosial. budaya, dan ekonomi yang signifikan bagi suatu negara. Ketika pariwisata direncanakan dengan baik, mestinya akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada sebuah destinasi. Keberhasilan pariwisata terlihat dari penerimaan pemerintah dari sektor pariwisata dapat mendorong sektor lainnya untuk berkembang. Keberhasilan yang paling mudah untuk diamati adalah bertambahnya jumlah kedatangan wisatawan dari periode ke periode. Pertambahan jumlah wisatawan dapat terwujud jika wisatawan yang telah berkunjung puas terhadap destinasi dengan berbagai atribut yang ditawarkan oleh pengelolanya. Wisatawan yang puas akan cenderung menjadi loyal untuk mengulang liburannya dimasa mendatang, dan memungkinkan mereka merekomen teman-teman, dan kerabatnya untuk berlibur ke tempat yang sama (Som dan Badarneh, 2011). Fenomena yang terjadi pada trend  pariwisata, khususnya di dunia saat ini adalah pesatnya pertumbuhan wisata kota.

venedig-tourismus

Dari perspektif ekonomi, dampak positif pariwisata (contoh kasus: pariwisata Bali-Indonesia) yaitu:

(1) mendatangkan devisa bagi negara melalui penukaran mata uang asing di daerah tujuan wisata,

(2) pasar potensial bagi produk barang dan jasa masyarakat setempat,

(3) meningkatkan pendapatan masyarakat yang kegiatannya terkait langsung atau tidak langsung dengan jasa pariwisata,

(4) memperluas penciptaan kesempatan kerja, baik pada sektor-sektor yang terkait langsung seperti perhotelan, restoran, agen  perjalanan, maupun pada sektor-sektor yang tidak terkait langsung seperti industri kerajinan, penyediaan produk-produk pertanian, atraksi budaya, bisnis eceran, jasa-jasa  lain dan sebagainya,

(5) sumber pendapatan asli daerah (PAD),

(6) merangsang kreaktivitas seniman, baik seniman pengrajin industri kecil maupun seniman ‘tabuh’ dan tayang diperuntukkan konsumsi wisatawan (Antara, 2011).

sanggar-batik-jambi

Jadi pariwisata di manapun, memang tak terbantahkan telah menimbulkan dampak positif (positive impact) bagi perekonomioan regional dan nasional, namun patut pula diakui bahwa pariwisata juga menimbulkan dampak negatif (negative impact), antara lain,

  1. menyusutnya lahan pertanian untuk pembangunan pendukung infrastruktur pariwisata,
  2. meningkatnya kriminalitas,
  3. kepadatan lalu lintas,
  4. urbanisasi dan emigrasi,
  5. bermuculannya ruko-ruko,
  6. shopping centre yang melanggar tataruang wilayah,
  7. degradasi lingkungan dan polusi.

Dampak negatif yang disebutkan terakhir disebut eksternalitas, utamanya eksternalitas negatif (negative externality= external cost = external diseconomy), yaitu aktivitas kepariwisataan yang menimbulkan kerusakan lingkungan, polusi air (sungai, laut dan sumur) dan tanah, sehingga menyebabkan kerugian sosial yang ditanggung oleh masyarakat di daerah tujuan wisata (Antara, 2009).

 

Sejak diberlakukannya Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 yang kemudian disempurnakan atau diganti menjadi UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, sesungguhnya sudah lebih menjamin cita-cita penegakan prinsip-prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi pluralitas, transparansi, akuntabilitas, dan berbasis pada kemampuan lokal. Hakekat otonomi daerah adalah kesempatan seluas-luasnya bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, tidak hanya mengandalkan dana  perimbangan pusat dan daerah, tetapi juga menggali potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip keadilan dan keberlanjutan. Namun, pemerintah setempat belum secara optimal menggali sumber-sumber pendapatan di daerahnya.

Malioboro

Sebagai contoh bahwa kota berpotensi menjadi daya tarik wisata dapat dilihat di beberapa kota di negara maju, seperti di Kota Sidney Australia dapat ditemukan bangunan tua dimanfaatkan menampung Pedagang Kaki Lima. Banyak bangunan gudang lama, direstorasi dan disulap menjadi mall PKL, termasuk di antaranya gudang dipelabuhan yang menjadi pusat kegiatan anak muda. Ada anggapan, jika belum melihat Sidney Sunday Market atau Sydney Harbour, rasanya belum ke Sidney. Bagaimana kalau Pemda Kota juga mencoba konsep pemecahan pedagang kaki lima (PKL) seperti ini, dari berbagai kemungkinan pemecahan yang kretif yang ada.  Kota biasanya punya banyak  memiliki gudang, seperti gudang militer, gudang Pabrik Kina, gudang PJKA, gudang tekstil, dan lain sebagainya. Kalau benar-benar ingin membantu memecahkan permasalahan kota, bangunan lama dapat dimanfaatkan dengan baik Selain itu, pemiliknya juga bisa memperoleh keuntungan, sambil mematuhi UU No. 5 tahun 1992 tentang pelestarian cagar budaya, selain turut berperan dalam memecahkan permasalahan kota.  Restorasi sebenarnya lebih murah dibandingkan membangun bangunan baru dan ciri sebuah kota sebagai kota industri kuno tidak hilang.

sydney-1.jpg.1340x450_0_290_13400

Selain pangan dan sandang, manusia juga memerlukan  ilmu pengetahuan yang lebih baik. Sumber ilmu pengetahuan masyarakat perlu ditingkatkan melalui museum dan galery, serta lembaga nonformal sejenis lainnya. Kecenderungan manusia mengetahui bahwa dengan bekal pendidikan yang lebih tinggi, kemampuan manusia dalam memperjuangkan nasib hidupnya akan lebih baik dibandingkan dengan orang yang berpendidikan lebih rendah.

Art | 41 | Basel | 2010 | Art Unlimited | Ugo Rondinone | Gladstone Gallery | New York
Art | 41 | Basel | 2010 | Art Unlimited | Ugo Rondinone | Gladstone Gallery | New York

Orang yang pendidikannya lebih tinggi, orang akan lebih pandai bersaing dan lebih kreatif. Sedangkan, orang yang lebih rendah pendidikannya banyak yang sudah merasa cukup menerima nasibnya hidup di gubuk-gubuk serta meminta-minta dipinggir jalan. Pemerintah perlu segera menambah sarana kegiatan pendidikan nonformal. Museum dapat menjadi sumber inspirasi dan informasi tentang kreativitas budaya manusia dan kemampuan manusia dalam meningkatkan kualitas hidupnya di masa lalu. Contohnya, di beberapa kota di negara Eropa, museum telah menjadi sumber ilmu pengetahuan khususnya tentang sejarah, dan sekaligus dikomoditifikasi sebagai daya tarik wisata kota yang mengagumkan.

 

Kota Bandung masa lalu misalnya merupakan pusat Perusahaan Kereta Api di Indonesia; pusat perkantoran, pusat pendidikan, dan pusat perbengkelan Kereta Api di Pulau Jawa sejak abad 19. Namun sangat disayangkan, kota yang sangat bersejarah bagi perkereta-apian Indonesia ini belum juga memiliki Museum Kereta Api, padahal banyak bangunan yang merupakan aset PJKA yang sangat potensial dalam memberikan image Kota Bandung sebagai pusat perkereta-apian di Indonsia

museumambarawa

Contoh lainnya, salah satu di antaranya yang sangat ideal untuk dijadikan Museum Kereta Api adalah Gedung Reparasi PJKA di jalan Pasirkaliki No 25 yang memiliki rel kereta api langsung masuk ke dalam gedung.  Pemerintah kota  semestinya memiliki rencana pengembangan permuseuman dengan memanfaatkan berbagai bangunan bersejarah tersebut, dalam rangka program pendidikan nonformal dan kegiatan kepurbakalaan, dan sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik wisata kota.

 

Kota dan lingkungannya berkaitan erat dengan sejarah perkebunan teh, kopi, dan kina dengan produknya yang pernah berjaya memenuhi kebutuhan dunia dapat dikemas menjadi atraksi wisata. Bekas Pabrik Gas di sebuah kota dapat dimanfaatkan menjadi Museum Gas yang penting untuk menambah pengetahuan tentang sejarah proses produksi serta sistem jaringan penyaluran gas dari yang kuno sampai dengan LNG yang sangat modern saat ini, dan yang dapat memberikan pandangan bahwa ilmu dan teknologi itu telah menjadikan manusia hidupnya semakin baik.  Suatu aset sejarah budaya manusia yang juga dapat menjadi daya tarik wisata. Jika semua kekayaan kota-kota di Indonesia dikelola dengan bantuan Dinas Budaya dan Pariwista, akan sangat menarik dan berharga bagi generasi penerus.  Rakyat jadinya sadar akan ilmu pengetahuan, sejarah budaya, serta obyek wisata. Sebagai alternative tempat rekreasi, selain mall. Konsep pemikiran-pemikiran untuk menambah kegiatan pendidikan nonformal seperti ini, akan menjadi program pendidikan bangsa pada umumnya dan generasi muda khususnya.

kebun-teh-bandung-selatan

 

sumber: I Gusti Bagus Rai Utama

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY