Audiensi di kantor dinas Damkar Kabupaten Merangin, Selasa (12/7). Damkar didesak tingkatkan kinerjanya.

Kabarjambi.net – Pemadam kebakaran masih dianggap jadi catatan minus Pemkab Merangin. Memayungi 215 desa/kelurahan, Merangin hanya punya beberapa unit armada pemadam.

Bukan hanya jumlahnya yang sedikit. Tapi juga adanya armada yang rusak. Belum lagi adanya armada yang ‘disandera’ pihak bengkel karena tak bayar biaya servis.

Perwakilan Persatuan Pemuda Tabir Raya (PPTR) Hamzah dan rekannya Ongki, menuntut perbaikan kinerja dengan datang langsung ke kantor Damkar, Selasa (12/7). Kedatangan mereka diterima Kadis Damkar, Sukoso.

“Kami mendesak kinerja damkar meningkat. Tanggap laksanakan tugas. Mobil damkar yang ditahan bengkel ambil,” ujar Hamzah.

Ia mengatakan pemkab melalui damkar mestinya mampu memberi rasa aman terhadap warga. Caranya adalah mendirikan sebanyak mungkin pos damkar dan tersebar di kecamatan.

“Kalau merujuk pada Permendagri nomor 09 tahun 2012 tentang Standar Pelayanan, kan minimal damkar adalah 7,5 km yang terjauh. Tanggap waktu panggilan 15 menit. Damkar Merangin masih sangat jauh,” ujar Ongki.

Sukoso yang dilantik 16 Mei lalu, berjanji mengambil langkah cepat dalam upaya menangani bencana kebakaran. Peningkatan kemampuan personil akan dilakukan dan sudah direncanakan anggaran dananya pada DPA APBD 2018.

Rencana Sukosk, akan dibentuk Satuan Kebakaran atau Satuakar. Juga membentuk masyarakat peduli api di 24 kecamatan.

“Kami juga akan mengadakan penyuluhan pencegahan dan penanggukangan kebakaran. Jika sudah terbentuk, ia akan mempermudah damkar melaksanakan tugas,” ujarnya.

Mengenai mobil pemadam yang ditahan bengkel, ia katakan satu unit sudah ditarik atau diambil. Tinggal dua unit lagi yang masih ditahan pihak bengkel.(Marsis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here