Mungkin kebanyakan orang lebih bermimpi untuk melihat megahnya Menara Eiffel di Paris, menjelajah dinginnya es di Norwegia, atau sekedar berkeliling dengan bus merah nan fenomenal di London. Aku, remaja bau kencur yang juga lambat laun, sedikit demi sedikit terseret arus westernisasi yang melakukan pencitraan besar besaran terhadap Eropa dan sekitarnya, ikut hanyut dalam mimpi bahwa suatu saat nanti aku bisa menginjakkan kakiku di Trafalgar Square, atau sekedar berfoto ria di depan Menara Eiffel nan megah yang katanya melambangkan cinta itu.

Namun, lambat laun aku menyadari, bahwa tujuan sebuah perjalanan bukanlah hanya untuk menikmati apa yang kebanyakan orang senangi, namun untuk memperoleh pelajaran baru dari setiap langkah yang aku tapaki, dari setiap tempat yang aku jejaki.

Turki mungkin kalah fenomenal dari Britania Raya, Austria, Belanda, atau bahkan Perancis. Namun tidak semua orang tahu, bahwa Turki menyimpan banyak karya besar sejarah yang bisa membuka mata kita lebar lebar tentang seberapa besarnya dunia. Jika kau berkelana ke Yunani, maka kau akan dapati puing puing kerajaan megah peradaban Yunani. Jika kau berlibur ke Mesir atau sederet Negara Timur Tengah lainnya, kau bisa melihat betapa Islam sempat menjadi peradaban terbesar di dunia, dan jika kau ingin melihat bagaimana besarnya Romawi, maka jejakilah Italia.

Namun, biarkan aku tunjukkan padamu suatu tempat, yang ketika kau berada disana, kau bukan hanya melihat megahnya peninggalan Islam, tapi juga Romawi dan Yunani yang bercampur menjadi satu. Ialah Turki. Sebuah Negara yang jika kau mau mengunjunginya, akan membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama.

Biarkan aku menceritakan padamu tentang Istanbul yang tidak pernah mati.. Sebuah kota penuh sejarah, sarat cinta dan pelajaran hidup.

Kiki1Siapa yang tak mengenal selat Bhosphorus, sebuah selat pemisah sekaligus penyatu dua benua yang berbeda. Selat ini adalah saksi bisu cerdiknya sang Sultan Mehmet Al-Fatih dalam upayanya menakhlukkan Konstantinopel. Selat ini juga menjadi salah satu setting tempat sebuah film fenomenal TAKEN 2. Dalam film itu, Bryan Mills (Liam Neeson) berkata pada puterinya “Lihatlah di sisi sebelah sana, maka kau akan melihat Eropa, dan lihat sisi lainnya maka kau akan melihat Asia”

Kiki2Tempat kedua yang layak dikunjungi adalah Dolmabahce Palace yang terletak di distrik Beşiktaş di IstanbulTurki, di pantai Eropa Selat Bosphorus. Istana ini pernah menjadi pusat administrasi utama dari Kekaisaran Ottoman pada 1856-1922. Kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk pada 1923-1938 dan tempat tinggal pribadi keluarga. Di Istana ini jugalah Mustafa Kemal Ataturk meninggal pada 10 November 1938. Tiket masuk ke Dolmabahce Palace adalah sekitar 40 Turkish Lira untuk para wisatawan asing. Namun untuk mahasiswa asing yang bersekolah di Turki seperti saya tiket masuk hanya 5 Turkish Lira per orang. Dolmabahce Palace menyediakan tour dengan dua bahasa (bahasa Inggris dan Turki). Istana ini memiliki daya tarik yang luar biasa bagi para penjelajah sejarah. Lihatlah betapa pintu gerbangnya saja sudah membuat matamu terpana hingga kau bahkan bisa merasakan betapa besarnya peradaban masa lampau. Peradaban yang tak bisa kau lihat, namun bisa kau rasakan kehadirannya.

Kiki3Ketika kau masuk ke dalamnya, pemandangan istana yang luar biasa indah akan membuatmu hanyut dalam sejarah. Semua yang ada disana akan membuatmu merasakan kehadiran mereka, ya… para Sultan yang duduk memperhatikan selat Bosphorus dari balik jendela jendela kecil di sepanjang Istana, kehadiran para duta dan diplomat Negara tetangga yang duduk mengantri giliran bertemu Sultan di ruang tunggu khusus diplomat, atau hanyut dalam bunyi denting setiap Kristal persembahan ratu Elizabeth yang membuat Istana tampak semakin mewah. Satu hal yang tidak boleh dilakukan selama tour berlangsung: mengambil foto. Ya… memotret apapun di dalam istana adalah terlarang. Mungkin alasannya adalah agar kemegahan dan kemewahan istana tetap terjaga dan membuat orang semakin penasaran. Lagi pula, tujuan tour sebenarnya adalah mempelajari setiap titik sejarah dan merasakan kehadirannya dalam hidup kita, bukan hanya untuk berselfie ria lalu menaruhnya di akun media sosial. Namun tentu saja, kita masih bisa mengabadikan moment sepuas hati di bagian luar istana. Ada satu hal unik dari istana ini: apa yang kau lihat di sisi kanan adalah apa yang akan kau lihat di sisi sebelah kiri. Maksudnya adalah, semua barang yang ada di sayap kanan istana adalah barang yang ada di sayap kiri istana dan semua tertata tanpa perbedaan sama sekali. Selain itu, desain exterior sayap kiri Istana juga sama dengan desain di sayap kanan istana.

Kiki4Jika belum puas hanya berkunjung ke Dolmabahce, berkunjunglah ke ikon Turki yang paling terkenal: Masjid Sultan Mehmet (Turkish: Sultan Ahmet Camii, English: Blue Mosque). Berada di kawasan EminOnu (kawasan paling ramai yang dikunjungi oleh wisatawan) membuat masjid ini tak pernah terlihat sepi. Letaknya juga sangat strategis karena berada satu komplek dengan situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia). Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I.

kiki di turkiSholat di masjid ini seolah memberikan kesan tersendiri untukku. Meskipun tidak se-istimewa Masjid Nabawi, masjid ini juga menyimpan suatu energi yang luar biasa. Seolah masjid ini bukan dibangun dari sederet beton dan batu bata, namun dibangun dari semangat besar seorang Mehmet Al Fatih yang muda namun penuh wibawa. Berada di dalamnya membuat aku (lagi-lagi) sadar, bahwa sejarah benar benar hidup, tak perduli sudah berapa ribu tahun sebuah peradaban itu musnah.

Dari awal, sudah aku katakan bahwa Turki bukan hanya akan menyajikanmu peningalan sejarah Islam dan kerajaan Ustmaniyah kebanggannya, namun juga peradaban Romawi yang mampu membuatmu kembali tercengang. Salah satunya adalah Hippodrome.

Kiki5Hippodrome adalah salah satu tempat yang ingin ku kunjungi jauh hari sebelum menginjakkan kaki di Negara dan penuh kemegahan sejarahnya ini. Pertama kali aku mengenal Hippodrome adalah ketika aku menulis sebuah novel dengan genre history romance yang mengangkat kisah pada abad pertengahan dimana Konstantinopel masih berada di bawah kekuasaan Romawi Timur. Hippodrome awalnya adalah sebuah arena pacu kuda kebanggaan Romawi Timur, berada di dekat alun alun Augustaeum. Namun sekarang yang tersisa hanyalah lapangan luas dengan dua tugu yang berdiri tegak di tengahnya.

Berada disana membuat aku kembali hanyut dalam sejarah. Tanah yang aku injak adalah tanah tempat seorang kaisar dan prajurit prajuritnya berpacu kuda, tanah yang dulunya tak pernah letih menjadi saksi bisu betapa sebuah kekaisaran dibangun dengan setiap tetes keringat keberanian, dan sekarang tanah itu menjadi saksi bisu setiap orang yang lalu lalang untuk mencari sepenggal bukti akan kehausan rasa penasarannya terhadap masa lalu.

Masih ada satu tempat lagi yang ingin aku ceritakan. Sebuah tempat yang juga sudah sedari dulu ingin aku jejaki. Ialah sebuah menara besar yang berada di distrik Galata, Istanbul. Tinggi menara ini adalah 66 meter dengan diameter 16 meter. Pada mulanya Menara ini didirikan untuk menara pengawas pertahanan kota, tetapi tahun 1717 Ottoman mulai menggunakan menara untuk melihat sumber kebakaran di kota. Sekarang, menara ini dibuka untuk publik dengan beberapa kafe yang bisa kita temui di dalamnya. Yaa… Menara Galata atau dalam bahasa Turkinya adalah Galata Kulesi. Sungguh… berada di ketinggian 66 meter dan melihat seluruh Istanbul dari atas sana adalah pengalaman yang luar biasa

Kiki6Oh ya…. Aku hanya bercerita mengenai Istanbul. Bagaimana jika aku juga berbagi sedikit pengalaman ketika mengunjungi Eskisehir, sebuah kota di Turki yang tenang dan damai, kota yang layak disebut sebagai “Kota Pelajar” karena suasananya yang menyenangkan dan tempat rekreasi yang murah namun luar biasa mengagumkan. Sebut saja Sazova Park. Ini adalah destinasi yang tepat jika kau ingin berkunjung ke Disney Land versi Turki. Tanpa tiket masuk, kau bisa merasakan atmosfer negeri dongeng yang penuh dengan khayalan dan imajinasi di dalamnya.

Kiki7Ada banyak hal yang bisa kita temui di dalamnya, mulai dari patung Pinokio, Cinderella lengkap dengan kereta kudanya, hingga sebuah perpustakaan mungil yang tersusun dari ratusan buku cerita dan dongeng.

Kiki8Masih ada banyak tempat tempat luar biasa nan bersejarah maupun modern yang terbentang di sepanjang Turki. Yang aku tulis ini hanyalah sepenggal perjalanan kecil seorang remaja Introvert yang akhirnya mampu membujuk dirinya sendiri untuk keluar dari kamar, memulai langkah dan melihat dunia.

Turki bukan hanya sekedar indah, Turki adalah tempat dimana para penjelajah dapat menemukan arti hidup lewat kemajuan peradabannya tanpa meninggalkan setitik sejarah pun. Pantaslah Churchill dan sekutunya pernah setengah mati berusaha menakhlukkan tanah ini….

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY