Kepala National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Jambi Syafrizal menyatakan hingga saat ini belum ada kepastian anggaran untuk memberangkatkan atlet difabel ke Pekan Paralimpik Nasional (Pepernas) Jawa Barat. Statemen ini disampaikan Syafrizal menanggapi pernyataan Sekda Provinsi Jambi yang menyatakan anggaran Peparnas tidak diblok.

“Anggaran untuk memberangkatkan atlet benar-benar diblok. Ini dibuktikan ketika akan diajukan pencairan dana, ternyata dananya tidak bisa dicairkan alias diblok,” ujar Syafrizal di Jambi, Jumat (23/9/2016).

“Namun demikian, hari ini Kepala Dispora bertemu dengan Kepala Bappeda untuk membicarakan soal anggaran Peparnas ini. Hasil pertemuannya atlet difabel tetap akan diberangkatkan, namun anggarannya dikurangi. Tadi dilakukan penghitungan rasionalisasi anggaran. Nah, hitung-hitungannya akan dibawa ke rapat TAPD. Kami masih menunggu keputusan resmi TAPD. Artinya, hingga hari ini belum ada kepastian anggaran karena masih menunggu keputusan TAPD,” jelas Syafrizal.

Menurut Syafrizal, anggaran untuk memberangkatkan atlet, pendamping, dan official sebanyak 60 orang mencapai Rp 800-an juta. Kemudian dilakukan rasionalisasi sebesar kurang lebih Rp 150 juta.

“Jadi yang diusulkan ke TAPD anggaran Peparnas ini sekitar Rp 650 juta. Sangat kecil, bandingkan dengan anggaran PON yang mencapai sekitar Rp 16 milyar,” tambah Syafrizal.

Syafrizal merasa pemerintah masih melakukan diskriminasi terhadap warga difabel. Dia memahami bahwa saat ini sedang terjadi krisis anggaran. Namun, perhatian terhadap difabel jangan dikurangi sedemikian rupa sehingga menjadi sangat kecil.

Sebelumnya, Sekda Provinsi Jambi Ridham Priskap memastikan anggaran kontingen Peparnas tidak diblok sehingga atlet difabel Jambi tetap bisa diberangkatkan ke Jawa Barat.

“Kita memang mengalami defisit, tapi Papernas itu kan even nasional. Sebab itu anggarannya tidak diganggu,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Ridham Priskap di Jambi, Jumat (23/9/2016).

Ridham mengatakan anggaran untuk memberangkatkan atlit Papernas ke Bandung pada Oktober mendatang sebesar Rp1,3 miliar. Dan anggarannya ada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi.

“Kalau minta dicairkan sekarang memang tidak bisa, pengurus harus mengajukan dulu ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk diteliti sebelum dicairkan,” kata Ridham menjelaskan. (mu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY