KabarJambi.net – Bentuk dan desain mata uang rupiah pecahan yang baru disebut mirip mata uang China.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jambi, V Carlusa mengatakan, uang yang beredar saat ini memang berbeda dengan uang-uang sebelumnya. Soal desain, uang saat ini dikerjakan BI bersama Mentri Keuangan. Sementara, dulu hanya BI saja yang membuatnya.

“Karena kalau teman- teman lihat desainnya antara menteri keuangan dan BI jadi uang rupiah ini bukan uang BI seperti uang uang terdahulu,” jelasnya.

Carlursa menjelaskan, mengenai peredaran uang baru memang memiliki banyak warna namun dirinya menegaskan pencetakan tersebut sudah memiliki standart pewarnaan dan pengamanan khusus. Dan uang pecahan rupiah ini tidak meniru China.

“Kalau mau dibilang kita mencontoh uang China ngak juga, karena uang yang baru ini lebih cendrung ke Euro desainnya, motif, besarnya dan lain sebagainya ,” terangnya.

Mungkin secara kebetulan dari hal pewarnaan untuk peredaran uang saat ini banyak warna, dan uang yang beredar saat ini pun dikatakan Carlusa, ialah uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, dirinya menambahkan untuk pencetakan uang tersebut dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

“Itu ada undang-undang mata uangnya dan itu badan usaha milik negara juga untuk apa kita bisa nyetak uang dalam negeri untungnya untuk rakyat indonesia harus keluar, kualitasnya juga bagus bahkan sangat bagus,” pungkas Carlusa. (Afm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here