KabarJambi.net – Sebanyak 604 santri madrasah negeri dan pondok pesantren Sumatera Selatan menulis ayat Al Quran bersama untuk mengejar rekor Muri pada peringatan Hari Santri Nasional.

Selain mengejar rekor Muri, para santri juga mempersiapkan peluncuran penulisan Al Quran di Aula Asrama Haji Palembang, Rabu (12/10/2016).

Kasi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sumsel, Suarif Husain di sela kegiatan mengatakan bahwa secara nasional kegiatan ini merupakan bagian dari pemecahan rekor Muri dalam kategori penulisan Al Quran terbanyak.

Ia menjelaskan, Sumsel sebagai salah satu provinsi yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan menyambut Hari Santri ini.

“Ada 20.534 santri dari ratusan madrasah dan pondok pesantren dari 34 provinsi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” katanya.

Sumatera Selatan melibatkan 107 madrasah negeri dan delapan pondok pesantren dan masing-masing mengirimkan lima orang santri.

Pada kegiatan ini para santri menulis ayat Al Quran masing-masing tiap orang menulis pada lembaran Al Quran berukuran standar 30×25 cm dan ukuran A4.

“Tiap santri kemudian menebalkan potongan ayat yang sudah tertulis halus di tiap lembaran dengan pensil sudah disediakan,” Jelasnya.

Menurut dia, menebalkan ayat Quran tidaklah mudah bila belum memiliki kompetensi menulis huruf arab.

Karena itu para santri ini dipilih yang memiliki keterampilan menonjol dalam penulisan huruf Arab di madrasahnya.

Lembaran ayat Al Quran yang dikerjakan para santri ini sebelumnya sudah diperiksa oleh tim lembaga independen yang bertugas memeriksa keotentikan isi Al Quran.

“Hasil penulisan Al Quran ini pada Kamis (13/10) akan kita kumpulkan dikirim ke Kementerian Agama pusat untuk digabungkan dengan peserta provinsi lain dan kemudian diserahkan Menteri Agama kepada Presiden,” ungkapnya.

Penyerahan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin kepada Presiden Joko Widodo pada puncak Gebyar Santri Nasional dan apresiasi pondok pesantren di Ancol Jakarta.

Salah satu peserta, Nyimas Anisa mengungkapkan bahwa dirinya sangat antusias dalam kegiatan ini.

“Sudah biasa menulis huruf Arab di sekolah jadi tidak sulit dan senang tulisan ini akan dilihat Presiden,” ungkap siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Palembang ini. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY