KabarJambi.net – Korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal sesuai dengan UU Nomor 33/34 Tahun 1964 tidak berhak mendapatkan santunan.

“Santunan hanya diberikan bagi korban lakalantas yang terjamin,” kata Danny, Kepala Unit PT. Jasa Raharja (Persero) Kota Jambi, Danny Fernando, Selasa (27/9/2016).

Ia menjelaskan yang dimaksud dengan korban lakalantas tunggal adalah sama sekali tidak ada kontak dengan kendaraan lain.

Dia memberikan contoh, korban saat mengendarai sepeda motor, tiba-tiba jatuh sendiri atau menabrak pohon dan pembatas jalan. Selama ini kata dia, masyarakat tahu bahwa setiap mengalami lakalantas mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.Padahal sesuai UU yang berlaku bahwa santunan hanya diberikan bagi korban yang mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh kendaraan lain atau bertabrakan.

Di Jambi, kata Danny, banyak kasus lakalantas tunggal sehingga perlu mendapat perhatian masyarakat, terutama pengendara harus lebih berhati-hati.

Kecelakaan tunggal antara lain disebabkan karena faktor kelalaian manusia sendiri saat pengendarai kendaraan, terutama banyak terjadi pada sepeda motor, korban tidak konsentrasi.

Penyebab lainnya, masih kurangnya kesadaran masyarakat menerima atau menelpon saat diatas kendaraan.

“Ini sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain sehingga kebiasaan tersebut perlu mendapat perhatian serius,” terang Danny.

Dia juga menambahkan, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Jasa Raharja juga sejak beberapa tahun terakhir ini telah melakukan kerja sama dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta di kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Bila ada korban lakalantas yang masuk rumah sakit dan terjamin, maka biaya akan ditanggung Jasa Raharja sesuai dengan besaran santunan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, petugas Jasa Raharja juga menerapkan sistem jemput bola.

“Petugas kami setiap hari keliling mendatangi rumah sakit untuk mendata korban lakalantas dan membantu mengurus segala kelengkapan administrasi,” ujar Danny.

Pihak Jasa Raharja perlu  melaksanakan kegiatan sama di setiap kabupaten dan kota di provinsi Jambi sehingga masyarakat semakin mengetahui akan hak-haknya ketika mengalami kecelakaan. (Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY