Kabarjambi.net – Satu lagi perkara tindak pidana korupsi (tipikor) di Kabupaten Sarolangun yang divonis di Pengadilan Tipikor Jambi. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi menjatuhkan vonis bersalah kepada tiga orang terdakwa kasus korupsi pembangunan jembatan gantung di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun.

Ketiga terdakwa masing-masing Asep Setiawan seorang rekanan. Lalu Adni selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Dodi Irhandi sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Mereka divonis dengan hukuman yang berbeda oleh majelis hakim yang diketuai Mien Trisnawati.

Asep Setiawan mendapat hukuman yang lebih berat dibanding dua terdakwa lainnya. Asep divonis pidana penjara 2,5 tahun, denda Rp 50 juta dan subsider dua bulan. Asep juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian Negara sebesar Rp 275 juta dan subsider satu tahun kurungan.

Sementara Adni dijatuhi hukuman pidana penjara dua tahun dan denda Rp 50 juta, subsider dua bulan penjara. Sedangkan Dodi Irhandi mendapat hukuman paling ringan yakni pidana penjara satu tahun delapan bulan penjara, denda Rp 50 juta, subsider dua bulan.

“Ya, tiga terdakwa dugaan korupsi jembatan gantung Desa Tanjung sudah divonis di Pengadilan Tipikor Jambi,” kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kejari Sarolangun, Yayat Hidayat, Selasa (14/3).

Menurut Yayat, Asep menerima hukuman yang lebih berat karena dianggap sebagai intelektual dader. Yakni pelaku intelektual yang memotori terjadinya tindak pidana korupsi dalam pembangunan jembatan gantung ini.

“JPU masih pikir-pikir, nanti setelah tujuh hari ada sikap dari JPU,” kata Yayat lagi.

Seperti diketahui, proyek jembatan gantung Desa Tanjung dikerjakan tahun 2014. Dimana dari hasil audit, negara dirugikan sekitar Rp 275 juta.(harun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here