KabarJambi.net – Sejak beberapa pekan terakhir, curah hujan meningkat tajam di wilayah Provinsi Jambi dan Kabupaten sekitarnya. Cuaca ekstrim ini terjadi di luar perkiraan masyarakat. Tingginya curah hujan membuat wilayah Provinsi Jambi menjadi rawan tertimpa bencana alam.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Bahar Abdullah menyebutkan, fenomena ini dampak dari apa yang disebut La Nina, dimana kondisi hujan turun lebih banyak di wilayah bagian Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia.

Peristiwa bencana banjir, angin kencang dan longsor yang terjadi selama sepekan terakhir ini adalah salah satu dampak La Nina.

Dengan kondisi ini, khususnya untuk masyarakat di daerah rawan bencana, dihimbau semaksimal mungkin meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja dan sulit ditebak. Seperti banjir bandang yang melanda Kabupaten Sarolangun baru-baru ini, dampaknya menegakibatkan kurugian secara fisik dan materi. Karena itu kesadaran warga di kawasan sungai juga harus ditingkatkan, karena setiap kali sungai meluap maka mereka sendiri yang akan merasakan dampak langsung terjangan banjir.

“Oktober hingga Desember  tahun ini merupakan puncak curah hujan, dan bertepatan dengan fenomena La Nina yang membuat intensitas hujan semakin tinggi,” terang Bahar Abdullah.

Akbiat hujan yang terus mengguyur, debit air Sungai Batanghari pun terus naik. Penjaga pintu air di kawasan Ancol, Kota Jambi, Wak Udin juga mengatakan pada Senin (31/10/2016) kemarin debit air Sungai Batanghari meningkat menjadi 9,65 meter dibanding di hari sebelumnya di angka 9,40 meter. “Seminggu ni naik terus,” katanya.

Udin memprediksi jika debit air akan terus naik mengingat curah hujan tinggi yang terus melanda hampir seluruh wilayah di Provinsi Jambi. Debit air, kata Udin, jika sudah mencapai angka 13,37 meter, maka Kota Jambi sudah memasuki siaga IV. “Tapi ini masih normal, belum masuk siaga,” tuturnya.(Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY