KabarJambi.net – Dua provinsi, yakni Aceh dan Jambi, bersaing menjadi tuan rumah Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V, meskipun kegiatan tersebut masih akan berlangsung dua tahun lagi.

“Dua provinsi itu bersaing ketat, berebut menjadi tuan rumah PPSN 2018,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Dr H Mohsen, MM kepada pers di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Menurut Mohsen, kedua provinsi yang diwakili oleh utusan dari Kanwil Kemenag, Kwarda, dan Pemerintah Provinsi masing-masing mempresentasikan kesiapannya di hadapan Direktur PD Pontren, para Kasubdit, dan perwakilan Kwarnas Pramuka.

Ia juga juga menegaskan, usulan tuan rumah harus didukung oleh pemerintah daerah setempat, berupa dukungan nyata yang dibuktikan dalam bentuk penyediaan anggaran untuk membangun fasiltas yang diperlukan.

Sebelumnya, Direktur PD Pontren menyampaikan bahwa Pondok Pesantren banyak berperan dalam membangun karakter bangsa melalui pembinaan gerakan Pramuka.

Bahkan sejak zaman sebelum kemerdekaan pondok pesantren telah mengajarkan kecintaan kepada Tanah Air melalui ungkapan “hubbul wathan minal iman” (cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman).

Mohsen juga mengemukakan, akar sejarah gerakan Pramuka di pondok pesantren sangat kuat, ditandai dengan kuatnya gerakan kepanduan Islam tahun 1950-an.

Dikatakannya pula, konsep perkemahan santri mendatang harus berbasis teknologi informasi (IT). Terkait dengan keperluan tersebut pihaknya sudah mengeluarkan edaran kepada semua Kanwil agar pegawai yang mengurus pesantren di setiap Kanwil dibekali dengan perangkat elektronik. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY