Kondisi jalan di Koto Rayo Kecamatan Tabir yang dikeluhkan warga dan ditinjau Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Kamis (10/8)

Kabarjambi.net – Warga Dusun Kilo Limo Desa Koto Rayo Kecamatan Tabir, mengeluhkan kondisi jalan di desa mereka. Pasalnya jalan ini rusak parah dan berlumpur.

Bahkan ketika turun hujan, jalan ini tidak bisa dilalui kendaraan biasa. Hanya kendaraan doble gardan yang masih mungkin melintasinya. Itu pun sudah harus dengan perjuangan yang ekstra keras.

Parahnya, kondisi ini sudah sangat lama dirasakan warga. Padahal jalan tersebut merupakan salah satu akses penting ekonomi warga sekitar. Bahkan jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar desa.

Seperti diungkap Bujang Manau, warga Kilo Limo. Ia mengatakan jalan di perbatasan Kabupaten Merangin dan Bungo itu sudah sangat sulit dilalui kendaraan. Padahal keberadaan jalan tersebut sangat vital adanya.

“Kondisi seperti ini sudah bertahun-tahun. Kalau panas berdebu sekali. Tapi kalau hujan lumpurnya sangat dalam dan sulit dilalui,” ujar Bujang, Kamis (10/8).

Salah satu ruas jalan yang rusak di Desa Koto Rayo, Tabir
Salah satu ruas jalan yang rusak di Desa Koto Rayo, Tabir

Ia bahkan mengibaratkan kondisi jalan ini seperti kubangan kerbau. Karena berupa lubang-lubang yang cukup dalam dan berukuran cukup besar. Sehingga sangat sulit untuk dilalui.

“Ya, ibaratnya seperti kubangna kerbau lah. Memang sangat sulit dilalui kendaraan dan kondisinya sangat tidak layak disebut jalan umum,” ujar Bujang lagi.

Hal sama dikatakan Kepala Desa Koto Rayo, Abdul Hn. Ia mengatakan pihaknya sudah mengupayakan pengajuan perbaikan jalan ini. Hanya saja setiap kali akan dibangun, selalu mendapat hambatan dari salah satu perusahaan yang berada sekitar jalan ini.

“Padahal perusahaan itu tidak beraktifitas lagi. Jalan itu kan milik PT BMJ. Mereka sudah tidak beroperasi lagi. Tapi mereka menolak jika ada pihak lain yang mau memperbaiki jalan ini,” ujar Abdul.

Karena menemui jalan buntu, warga berinisiatif menyurati Gubernur Jambi Zumi Zola. Warga berharap Zola turun tangan mencarikan solusi mengenai jalan ini. Sehingga bisa kembali lancar untuk dilalui seperti dahulu.

“Ya, harapan kami Pak Gubernur cepat tanggap dan mau membantu kami. Karena jujur saja, jalan ini memang sangat kami butuhkan. Ini urat nadi ekonomi kami,” ujarnya lagi.

Terkait surat pengaduan dari warga tersebut, sudah dapat tanggapan dari DPRD Provinsi Jambi. Komisi II DPRD Provinsi Jambi turun ke lapangan meninjau kondisi jalan ini, Kamis pagi.

Ketua Komisi II Luhut Silaban yang didampingi anggotanya Popriyanto, mengatakan sangat prihatin dengan kondisi jalan seperti ini. Ia mengatakan akan segera bertemu Gubernur Zumi Zola untuk menyikapi permasalah ini.

“Kami lihat sendiri kondisinya sangat parah. Ini akan kami rapatkan di DPRD dan juga akan kami bicarakan dengan Gubernur Jambi. Kasihan kita lihat masyarakat. Apalagi di sini banyak warga dan sekolah juga ada,” ujarnya.(mm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY