KabarJambi.net – Ismail Ibrahim ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penyerangan polisi saat unjuk rasa 4 November yang berujung ricuh. Dia ditetapkan menjadi tersangka bersama Sekjen PB HMI Ami Jaya Halim dan tiga mahasiswa lainnya.

Sosok mahasiswa semester 5 Program Studi Sosiologi, FISIP ini tertangkap kamera tengah menyeruduk aparat kepolisian saat demonstrasi di Monas, Jakarta Pusat, Jumat malam, 4 November 2016.

Dalam foto yang diunggah Aa Gym di akun twitternya, Ismail Ibrahim terlihat mengenakan atribut organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ismail berdiri di antara kerumunan kelompok HMI dengan menggunakan topi berwarna hitam.

Ternyata Senin (7/11/2016) kemarin polisi mendatangi kampus Universitas Nasional (Unas) tempat Ismail Ibrahim kuliah

Pihak kampus mencoba menghubungi nomor telepon genggam Ismal Ibrahim, tapi tidak aktif.

Manager Marketing dan Public Relations Unas, Dian Metha Ariyanti menyangsikan keberadaan foto-foto itu. Meski begitu, kata Metha, tindakan Ismail tidak ada kaitannya dengan pihak Unas.

“Ismail bukan mahasiswa yang suka demo. Semangat belajarnya tinggi ditengah kesulitan ekonomi keluarganya,” kata salah seorang dosen Unas.

Orang tua Ismail adalah petani di NTB. Untuk membiayai hidup di Jakarta, Ismail tinggal di rumah orang satu kampungnya di kawasan Pasar Minggu. Ismail membersihkan rumah, mengasuh anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

“Untuk menghemat biaya, ke kampus dia naik sepeda. Dia berjuang keras untuk membiayai hidupnya di Jakarta,” kata dosen itu.  (am)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY