KABARJAMBI.NET – Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin rupanya banyak dilaporkan terjadi pungutan liar (pungli). Laporan itu masuk ke Inspektorat.

Hal ini diakui Inspektur Inspektorat Merangin, Hatam Tafsir. Ia mengatakan selama 2017 ini banyak laporan pungli di dinas yang dipimpin oleh M Zubir ini.

“Sejauh ini ada 10-15 laporan dugaan pungli yang disampaikan masyarakat kepada kita,” kata Hatam, Senin (9/10).

Diungkapkannya, sebagian dari laporan tersebut disampaikan masyarakat langsung. Namun juga ada yang melapor melalui layanan pesan singkat atau SMS. Yakni melalui surat dan pengaduan melalui nomor kontak yang telah disiapkan oleh tim Satgas Saber Pungli.

“Laporan tersebut kita terima melalui surat dan ke nomor kontak yang kita tentukan,” jelasnya lagi.

Terhadap laporan tersebut, Hatam mengakui telah mereka bahas bersama Satgas Saber Pungli. Namun dalam melakukan tindakan ada beberapa tahap yang harus dilakukan.

“Tim Satgas Saber Pungli itu ada beberapa pokja (kelompok kerja). Untuk tindakan seperti tangkap tangan itu dilakukan oleh polisi. Tapi laporan yang kita terima telah kita sampaikan kepada ketua tim, Pak Waka Polres,” tambahnya lagi.

Dari belasan laporan dari masyarakat tersebut, pada umumnya dilakukan oleh oknum. Paling banyak terjadi dilingkup dinas pendidikan. “Seperti pungutan yang terjadi di sekolah-sekolah itu yang paling banyak,” ucapnya lagi.

Sejauh ini lanjutnya, dari hasil tindaklanjut yang mereka lakukan, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab laporan yang diterima belum bisa untuk menjerat seseorang yang diduga melakukan pungli.

“Belum ada bukti yang akurat dari laporan yang kita terima tersebut,” pungkasnya.(May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here