Ilustrasi peti

KabarJambi.net – Penambangan ilegal di dominasi oleh penambang emas dan galian C yang terjadi hampir disemua Kabupaten di Provinsi Jambi.

Dikatakanya, LSM Warsi, aktivitas terbesar berada di Kabupaten Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Kerinci dan sepanjang aliran sungai-sungai besar di Jambi, bahkan sampai ke kawasan Candi Muara Jambi di wilayah hilir.

Selain aktivitas tersebut dapat merusak ekologi dan dapat juga menelan korban jiwa, sebagaimana yang diperoleh Warsi Untuk di Kabupaten Merangin dan Sarolangun telah menelan korban jiwa sebanyak 22 orang.

“Aktivitas PETI telah menyebabkan kerusakan ekologi sungai, mulai dari pelebaran sungai hingga pencemaran air sungai,” kata Rudi Syaf, Direktur Warsi, di Kantor Warsi, Selasa (20/19/2016)

Dari analisis Citra Lansat TM 8 Tahun 2016 di Kabupaten Sarolangun dan Merangin menurutnya terdapat dua kerusakan alur sungai seluas 10.926 ha meliputi Sarolangun 6.370 ha dan Merangin 4.556 ha, dari data yang berhasil dihimpun Warsi penambang tidak hanya di sepanjang alur sungai tetapi juga telah menyasar hingga ke dalam kawasan taman Nasional Kerinci Sebelat di Merangin dan Hutan Lindung Bukit Tinjau Limun di Sarolangun kemudian di sekitar kawasan publik seperti di bandara Bungo dan kawasan perkantoran Kecamatan Pangkalan Jambu Merangin. (Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY