Tentara Myanmar dalam penyerbuan ke desa yang di huni kaum Rohingnya

KABARJAMBI.NET – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, apa yang terjadi di Rohingya, Myanmar, adalah tragedi kemanusiaan.┬áMaka MUI mengeluarkan tujuh tuntutan.

Disampaikan Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, tuntutan pertama adalah kembalikan keamanan di daerah Rakhine dan menghormati hak-hak masyarakat terutama penduduk yang beragama Islam.

“Kedua, hentikan segala bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah dan militer Myanmar terhadap penduduk dan umat Islam di Rakhine dan di daerah lainnya di Myanmar,” kata Kiai Cholil seperti dilansir NU Online, Minggu (3/9).

Sikap ketiga adalah lindungi seluruh penduduk yang ada di Myanmar dan hak-haknya, baik yang Muslim maupun non-Muslim. Keempat, berikan akses kepada lembaga kemanusiaan internasional dan dari Indonesia untuk masuk ke wilayah Rakhine guna memberikan bantuan dan pertolongan kepada masyarakat yang telah menjadi korban kekerasan.

“(Kelima) Hendaklah PBB melakukan tindakan tegas terhadap aksi brutal dan pelanggaran HAM berat terhadap etnis Rohngya,” tegasnya.

Keenam, ASEAN harus melakukan terobosan untuk menyelesaikan krisis di Myanmar. Sehingga perbuatan genosida yang terjadi di sana bisa dihentikan. “Terakhir, Indonesia segera mengambil tindakan tegas untuk perwakilan Myanmar yang berada di Indonesia (Dubes Myanmar untuk Indonesia) jika (Pemerintah Myanmar) tetap melakukan tindakan kekerasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya,” tutupnya.

Tragedi Rohingya menyentak dunia beberapa waktu terkahir ini. Pasalnya, diduga terjadi genosida atau pemusnahan etnis Rohingya yang dilakukan secara massif dan terstruktur oleh tangan negara Myanmar.

Akibat tindakan represif tersebut, ribuan muslim Rohingya terpaksa mengungsi ke Negara tetangga, Banglades. Hasil pencitraan satetil juga membuktikan tindakan brutal terhadap Rohingya.(NU Online/mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here