KabarJambi.net – PT PLN (Persero) menyebutkan, kapasitas daya listrik interkoneksi di wilayah Sumatera bagian tengah (Sumbagteng) hanya mencapai 1.600 Megawatt (MW).

“Sedangkan total beban listrik di Sumbagteng ini mencapai 1.400 MW, maka sisanya sebesar 200 MW itu tidak cukup untuk melayani tiga provinsi,” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) Amir Rosidin di Jambi, Rabu.

Usai peresmian pengoperasian Gardu Induk dan SUTT di Tanjung Jabung Timur, dia mengatakan, jaringan listrik di wilayah Sumbagteng yang meliputi Jambi, Sumbar dan Riau itu tersambung dengan sistem interkoneksi dengan cadangan sebesar 200 MW.

Ia merincikan, total beban daya listrik di Provinsi Riau mencapai 550 MW, Sumatera Barat 450 MW dan Jambi 400 MW.

“Saya mencontohkan di Singapura itu mempunyai cadangan 100 persen.Sementara di kita misalnya beban 1.400 MW, sementara cadangannya cuma 200 MW, tentu itu tidak cukup,” kata dia.

Sehingga dalam upaya peningkatan kapasitas daya listrik di wilayah Sumbagteng tersebut, kata Amir, dalam waktu dekat akan dioperasikan pembangkit listrik di Bayung Lincir, Sumatera Selatan, yang nantinya akan mendukung listrik ke Provinsi Jambi.

“Pertengahan Oktober 2016 segera dioperasikan PLTU di Bayung Lincir yang kapasitasnya 150 MW, sehingga dengan pengoperasian pembangkit itu secara perlahan cadangan daya listrik semakin mendekati angka ideal,” katanya menjelaskan.

Dan kemudian pada akhir Oktober 2016 di wilayah Sumbagteng katanya menjelaskan, akan mendapat tambahan cadangan lagi sebesar 150 MW.

Dengan dioperasikan pembangkit listrik tersebut, cadangan daya listrik di wilayah itu akan bertambah menjadi 500 MW.

“Jadi Oktober nanti cadangan listrik yang akan masuk ke Jambi sudah melimpah, tinggal jaringannya lagi yang akan menarik listrik berbagai daerah, seperti Sarolangun, Merangin, Sungaipenuh, Tebo, dan dalam pemasangan transmisi jaringan itu mohon dibantu dari masyarakat,” katanya menjelaskan.

Pihak PLN kata dia, berencana memasang sebanyak 300 titik transmisi jaringan untuk mendistribusikan energi listrik ke sejumlah daerah di provinsi Jambi.

“Dalam pembangunan transimisi itu harus dibantu sama-sama dari pihak terkait dan masyarakat, khususnya dalam upaya pembebasan lahan yang akan dibangun jaringan itu,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan, Pemprov Jambi siap mendukung dan membantu PLN dalam pembangunan transmisi jaringan listrik untuk mengatasi kondisi kelistrikan di daerahnya itu.

“Pada intinya seluruh masyarakat Provinsi Jambi saya minta bantuannya, salah satunya adalah proses pembebasan lahan, kita ada target pembangunan transmisi 300 titik yang tersebar di wilayah kabupaten/kota, dan kami membentuk tim terpadu percepatan pembangunan listrik itu,” kata Zola menambahkan.(***)

Sumber : antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY