KabarJambi.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman, sebagai tersangka baru terkait kasus korupsi protek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) tahun 2011-2012.

Irman yang  pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jambi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik KPK menemukan dua alat bukti untuk menjeratnya. Ia dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang terkait pengadaan e-KTP dengan nilai proyek Rp 6 triliun.

Gubernur Jambi, Zumi Zola mengatakan, saat menjadi Pejabat Gubernur Jambi,  Irman telah memberikan pemikiran-pemikiran serta keputusan yang penting bagi Provinsi Jambi.

“Banyak kebijakan-kebijakan dalam pemerintahan ini, tentu ada sumbangsih dari beliau. Saya terkejut setelah saya mendapat informasi, dan saya ikut perhatin, kita dokan yang terbaik untuk beliau, tetapi ini ada negara hukum, siapapun semua harus tunduk dan menghormati proses hukum,” ungkap Zola, pada sejumlah wartawan usai memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (1/10/2016)

“Saya tau beliau sebagai PJ Gubernur, memberikan pemikiran, keputusannya bukan hal yang mudah. Pada waktu itu kita mengalami kabut asap, alhamdulillah tahun ini tidak terjadi lagi, ya kita do’a kan yang terbaiklah buat beliau,” jelas Zola.(Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY