dr. Maulana

KabarJambi.net – Direktur Utama RSUD Abdul Manap, dr Maulana, MKM mengakui saat ini ada jenis obat tertentu di rumah sakit yang dipimpinnya habis. Penyebabnya, peningkatan jumlah pasien yang yang tinggi sehingga anggaran pengadaan obat yang sudah disiapkan tidak bisa memenuhi kebutuhan.

“Saya belum pegang data penambahan jumlah pasien, namun jika dilihat dari pendapatan rumah sakit yang meningkat, tahun lalu pendapatan hanya Rp 22 milyar dan tahun ini meningkat menjadi Rp 33 milyar, ini kan berarti jumlah kunjungan pasien meningkat tajam, sementara jumlah anggaran pengadaan obat tidak bertambah secara memadai,” jelas Maulana, Kamis (15/12/2016).

Menurut Maulana, saat ini manajemen RSUD Abdul Manap tidak bisa menentukan sendiri anggaran belanjanya.

“Anggaran kami diatur di APBD Kota Jambi. Kami hanya membelanjakan sesuai anggaran yang sudah ditetapkan di APBD. Kami tidak bisa mengatur sendiri belanja rumah sakit, jika nekat mengatur sendiri belanja akan jadi temuan (BPK)” ujar Maulana.

Maulana menyatakan solusi dari persoalan habisnya stok sejumlah jenis obat di RSUD Abdul Manap adalah dengan memberikan kewenangan kepada manajemen untuk mengatur sendiri keuangannya.

“Itu bisa dilaksanakan jika RSUD Abdul Manap berstatus Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Dengan status BLUD, kami bisa mengatur sendiri belanja sesuai kebutuhan lapangan. Jika ada masalah seperti sekarang ini maka kami bisa segera mengatasinya,” imbuhnya.

Saat ini, kata Maulana, proses penetapan status RSUD Abdul Manap menjadi BLUD sedang dalam proses.

“Audit dan evaluasi baru saja selesai. Dalam waktu tidak lama lagi, Pak Walikota akan menandatangani status BLUD RSUD Abdul Manap,” ujarnya. (mu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here