KabarJambi.net – Rapat paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh 8 November 2016 dalam rangka peringati hari jadi ke-8 yang di hadiri Gubernur Jambi Zumi Zola di warnai aksi demonstrasi.

Sejumlah mahasiswa daei Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci mendesak Walikota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bakri, untuk menjelaskan realisasi Visi Misi sewaktu pencalonan dan mendesak untuk menjelaskan beberapa proyek yang menurut mereka sampai saat ini belum direalisasikan.

Koordinator Lapangan Aksi, Dedi Eka Putra mengatakan, diduga proyek tersebut ada praktek Kolusi Korupsi dan Nepotaisme (KKN).

“Pembangunan gedung Inspektorat yang sampai hari ini belum selesai, padahal kabarnya seluruh anggaran pembangunan gedung sudah dicairkan kepihak pemenang tender,” ungkapnnya.

Begitupun dengan Pembangunan Rumah Sakit Khusus yang mengunakan dana APBD Kota Sungai Penuh, yang hingga saat ini telah menghabiskan dana kurang lebih Rp 25 Miliar, tetapi pembangunannya  masih jalan di tempat.

“Kita meminta Walikota memindahkan TPST secepatnya ketempat yang sudah dikeluarkan izin AMDAL. Meminta pernyataan sikap  Walikota dan Ketua DPRD dalam membrantas Pungli serta meminta Walikota untuk menempatkan pejabat sesuai dengan ke ahliannya masing-masing, sehingga tidak terjadi kelalaian kerja disetiap SKPD Wilayah Pemkot Sungai Penuh,” pungkasnya.(Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY