KabarJambi.net – Akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kota Jambi pada Selasa (15/11/2016) malam sekitar pukul 22.00WIB hingga Rabu (16/11/2016) pagi sekitar pukul 04.00WIB, ratusan rumah di Kecamatan Alam Barajo terendam banjir.

Banjir terjadi di perumahan Namura Indah II, RT 35, Kecamatan Alam Barajo serta perumahan Bougenville, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo. Ketinggian air mencapai 50 Cm.

Diduga banjir yang melanda akibat drainase yang mampet.

“Banjir itu dari tadi malam, saat hujan lebat hingga siang hari tadi pun masih digenangi banjir, sekarang sore ini memang banjir sudah pada surut, tetapi sebagian rumah masih ada yang digenangi oleh banjir, tetapi tidak setinggi banjir pagi tadi,” ujar Dewi yang merupakan salah satu warga perumahan Namura Indah II itu, Rabu (16/11/2016)

“Kita warga disini takutnya, terjadi banjir susulan lagi, apalagi sekarang ini masuknya musim hujan, kalau sudah mulai hujan lebat pada malam hari, mulai deh kita warga disini pada waspada, takutnya banjir dengan keadaan yang tinggi melanda. Kami berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusinya, bagaimana ditempat kami ini tidak menjadi langganan banjir yang terus menerus seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Arif Munandar menyebutkan, memasuki musim penghujan pada bulan November hingga Desember mendatang, maka beberapa Kabupaten Kota di Provinsi Jambi termasuk Kota Jambi diprediksi bakal terjadi banjir dan tanah longsor.

“Maka dari itu, kita dari pihak BPBD telah berikan surat himbauan kepada Walikota serta beberapa Bupati di Provinsi Jambi, agar segera waspada mengenai masuknya musim penghujan saat ini, apalagi saat ini sungai Batanghari sudah mencapai ketinggian yang ditakuti dapat menyebabkan bencana alam,” kata Arif yang selaku Pj. Bupati Sarolangun saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Ia juga mengatakan, pihak BPBD saat ini telah mendirikan beberapa posko dan alat bantu seperti perahu karet untukĀ  antisipasi banjir.

“Saat ini posko itu baru kita dirikan di Kabupaten Sarolangun dan beberapa Kabupaten lainnya, nanti bakal ke wilayah lainnya yang ditakuti bakal terjadi banjir serta tanah longsor,” tukas dia. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY