KABARJAMBI.NET, Bangko – Ir H Ahmad Fauzi MT ‘ditodong’ warga. Setelah memenuhi undangan acara memperingati isra’ mi’raj, ia langsung diminta dialog oleh masyarakat Desa Rantau Limau Kapas (Ralika) Kecamatan Tiang Pumpung, Jumat (13/4) malam.

Dalam acara silaturrahmi yang hadiri 100an orang tersebut, banyak keluhan yang terungkap. Salah satunya seperti diutarakan tokoh pemuda Ralika, Helmi.

Ia mengeluhkan aspal jalan ke Ralika yang sangat cepat rusak. Padahal anggaran yang dikucurkan selama beberapa tahun terakhir cukup besar.

“Dari DAK (Dana Alokasi Khusus) ada dulu anggaran Rp 11 miliar. Kemudian masuk lagi tujuh miliar, dan kemudian ada anggaran lagi. Jadi pertanyaan bagi kami. Kenapo baru dibangun jalan itu sudah hancur lagi. Berlobang lagi,” ujar Helmi.

Kepada Fauzi, ia mengatakan ke depan solusi apa yang ditawarkan agar kwalitas jalan lebih terjaga. Paling tidak, jalan yang dibangun mampu bertahan beberapa tahun.

Menanggapi ini, Fauzi mengatakan ada tiga kelas jalan. Yakni jalan arteri primer, arteri sekunder, dan arteri tersier. Kelad jalan ini mempengaruhi konstruksi jalannya.

Untuk jalan Sekancing Ilir – Ralika, idealnya dibangun sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah juga harus ketat dalam hal pengawasan teknisnya.

“Konstruksinya harus diperhitungkan secara matang. Kemudian pengawasan juga harus ketat dan maksimal. Mebangun jalan Simpang Pulau Rengah-Jangkat-Jangkat Timur, itu jadi contoh. Sampai beberapa tahun kondisinya tetap bagus,” ujar Fauzi.

Ia mengatakan jalan ke Ralika dan desa sekitarnya memang harus jari perhatian. Misalnya, masih ada beberapa tanjakan yang sulit dilalui kendaraan. Telebih jika kondisi hujan.

“Semalam mobil kami terpaksa ditarik karena tanjakannya rusak parah. Kasian masyarakat. Bagaimana mereka mengeluarkan, apalagi membawa orang sakit,” tutupnya, Sabtu (14/4) pagi.(mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here