KabarJambi.net – Sedang ingin melakukan peliputan, dua wartawan media Jambi Independent malah disandera oleh oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi.

Penyandraan tersebut terjadi pada Jumat (16/12/2016) sekitar pukul 15.10WIB, ketika dua insan pers itu melakukan peliputan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi.

Mereka ingin mewawancarai Kepala BPN Kota Jambi Drs Dolly Manahan Panggabean terkait dugaan adanya mafia tanah yang melibatkan para pejabat di kantor tersebut.

Namun, belum sempat melakukan klarifikasi, kedua wartawan itu malah disandra oleh Kaur Kepegawaian bernama Bu Een, serta beberapa orang tidak dikenal yang mengaku penjaga keamanan di kantor tersebut dengan berpenampilan sangar dan bertato.

Parahnya, beberapa oknum pegawai BPN Kota Jambi tersebut sempat merampas id card wartawan dan fotografer itu.

Keributanpun tak terelakkan, padahal, awalnya fotografer dan wartawan tersebut hanya mengambil foto dan konfirmasi pemberitaan, namun malah mendapat hal tidak menyenangkan.

“Ini perbuatan tidak menyenangkan dengan unsur pidana menghalang-halangi tugas jurnalis. Apalagi ada kesan penyanderaan, ini kelewatan. Segera kita laporkan ke Polresta Jambi untuk diusut,” ungkap Muawin, Koordinator Liputan media cetak Jambi Independen.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jambi Independen, Ali Monas  menegaskan, bahwa pihaknya akan segera memproses kasus ini. “Kita kan negara hukum. Kalau orang melecehkan kru kami, masak kami diam saja. Apalagi tugas jurnalis dilindungi undang-undang. Sekarang kami sedang merancang laporan ke Polresta lewat pengacara, biar kuat,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Aliansi Jurnalis Jambi (AJI) Kota Jambi, Heri Novealdi, mengaku sangat menyayangkan kejadian itu. “Intinya tidak benar. tentu mengutuk aksi premanisme seperti itu, harusnya layani baik-baik apalagi mereka sudah menunjukkan identitas,” ujar Heri dikonfirmasi, kemarin.

“Ada hak dan kewajiban narasumber, bukan bermaksud intimidasi. Ini melanggar undang-undang RI nomor 40 tahun 1999 Tentang PERS,” terangnya. “Harus diselesaikan kejadian ini. Agar tidak terulang kembali kepada rekan pers yang lain,” tutupnya.(fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY