KabarJambi.net – Lima daerah di wilayah bagian barat Provinsi Jambi berpotensi terjadi banjir bandang sebagai dampak dari perambahan hutan dan aktivitas tambang emas ilegal di sepanjang aliran sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Arif Munandar di Jambi, Senin, mengatakan bahwa potensi terjadinya banjir bandang itu sangat tinggi dan pernah terjadi.

“Lima daerah itu yakni Kabupaten Bungo, Sarolangun, Merangin, Kerinci dan Kota Sungaipenuh. Dimana lima wilayah itu kerusakan daerah resapan air di bagian hulunya cukup parah,” kata Arif.

Dijelaskannya, di Kabupaten Sarolangun sungai yang berpotensi banjir bandang dan sudah pernah terjadi diantaranya aliran Sungai Limun dan Batangasai. Di Kabupaten Bungo yakni Sungai Jujuhan dan Pelepat.

Sedangkan di Merangin yakni Sungai Perentak, Sungai Tenang dan Sungai Tabir. Sementara di Kerinci dan Kota Sungaipenuh yakni Sungai Ning.

“Sungai yang sudah mengalami banjir bandang pada tahun ini yakni Sungai Limun, Sungai Tabir dan Sungai Pelepat,” katanya.

Arif mengatakan potensi terjadinya banjir bandang cukup tinggi, apalagi dipertengahan bulan Oktober ini Jambi memasuki musim penghujan.

Menurutnya, berdasarkan peristiwa yang sudah terjadi, sungai dibagian hulu jika diguyur hujan lebat lebih dari empat jam maka resiko banjir bandang cukup tinggi.

BPBD provinsi/kabupaten kata Arif sudah melakukan pemetaan daerah-daerah rawan banjir bandang, dan masyarakat setempat pun terus diimbau untuk selalu waspada.

“Pemetaan sudah dilakukan, kita siap siaga adanya bencana. Kita juga menggandeng masyarakat dalam hal pemberiaan informasi cepat,” ujarnya.

Arif juga mengatakan bahwa banjir ada tiga jenis, yakni banjir bandang, banjir genangan dan banjir rob. Tercatat 350 desa di Provinsi Jambi berpotensi mengalami banjir dengan tiga jenis tersebut. Namun masih didominasi banjir genangan.(***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY