Harlah di Bandung, PMII Refleksikan Bandung Lautan Api

KABARJAMBI.NET, Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan menggelar hari lahir (harlah) di Sabuga, Rabu mendatang (17/4). Rencananya dalam agenda tersebut akan hadir Presiden Jokowi.

Ketua Pelaksana Harlah ke-58 PMII, Ahmad Riyadi, mengatakan melalui pelaksanaan harlah di Bandung, PMII mencoba berguru pada sejarah peristiwa Bandung Lautan Api, 23 Maret 1946. Dalam waktu 7 jam, sekitar 200 penduduk Bandung membakar rumah mereka sebelum meninggalkan Bandung.

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh ultimatum sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan Bandung. Lalu, mendorong TRI melakukan operasi bumi hangus.

”Para pejuang tidak rela jika Bandung dimanfaatkan oleh pasukan sekutu dan NICA, termasuk dijadikan markas strategis militer,” kata Ari, sapaan akbar Ahmad Riyadi, Jumat (13/4).

Keputusan operasi bumi hangus, jelas dia, diambil melalui keputusan musyawarah Majelis Persatoean Perjoeangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan Republik Indonesia. Bandung penuh asap, listrik mati, dan pertempuran sengit terjadi. Dua tokoh seperti M Toha dan Ramdan adalah salah satu milisi Barisan Rakjat Indonesia (BRI) yang terjun dalam misi menghancurkan gudang amunisi milik tentara sekutu menggunakan dinamit.

Singkatnya, semangat perjuangan Bandung Lautan Api tersebut sama dengan spirit harlah PMII ke-58 tahun. Garis besarnya agar PMII tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam mengawal tradisi dan aqidah ahlusunnah waljamaah.

“Mari membawa spirit Bandung lautan api untuk mencintai negeri ini melalui berbagagai terobosan strategis. Mari menjadi PMII seutuhnya, satu barisan dan satu cita, PMII untuk Indonesia,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Harlah ke-58 PMII, Defi Mulyadi, mengatakan rangkaian harlah sudah digelar pada, Rabu lalu (11/4). “Rangkaian pertama adalah seminar bersama dengan Polri di Uninus. Hingga, hari puncak tercatat akan ada delapan agenda yang diadakan di Bandung,” kata Defi.

Diantaranya adalah agenda penanaman seribu pohon di hulu sungai Cisanti, car free day sekaligus petisi damai, ziarah makam ketua umum pertama PMII, khotmil quran sebanyak 58 kali, seminar energi, panggung budaya, dan seminar pembangunan Indonesia.

Rangkain harlah tersebut merefleksi momentum untuk bersatu padu mengawal berbagai perbedaan. Terutama friksi dan perpecahan, baik atas nama ras, agama, dan antar golongan.

Dengan satu itikad yang sama, lanjut dia, PMII hadir dalam satu barisan. Yakni barisan mahasiswa yang senantiasa berada bersama kaum mustadz’afin. ”Satu cita-cita bersama dalam memperjuangkan cita cita PMII dan bangsa. Serta hadir untuk terlibat aktif dalam mematri persatuan Indonesia,” pungkasnya.(rilisPBPMII/mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here