TAK BERGAIRAH - Bupati Merangin Al Haris melepas lomba di FPGNM 2017. Ia tampak tak bergairah karena banyaknya persiapan yang menurutnya sangat mengecewakan.

KABARJAMBI.NET – Kabupaten Merangin tengah menggelar kegiatan besar. Yakni Festival Pesona Geopark Nasional Merangin (FPGNM). Digelar per 11-14 September 2017 ini.

Namun bukannya menuai pujian dan rasa puas. Even yang digawangi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) ini justru mengecewakan. Bupati Merangin Al Haris bahkan sampai mengakui secara terbuka jika even nasional ini dalam pelaksanaannya tak lebih dari even kelas kabupaten.

Rasa kecewa Haris tumpahkan ketika membuka lomba arung jeram di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap. Ia mengakui merasa malu. Karena menggelar kegaitan kelas nasional namun kenyataannya tak lebih dari even skala lokal.

“Pembukaan tidak seperti itu semestinya. Saya malu menyuguhkan acara level nasional ber-grade (kelas) Merangin. Saya malu dengan para tamu,” ujar Haris dalam sambutannya.

Ia katakan mestinya even ini dikelola dengan baik. Dinas Parpola menurutnya seharusnya bekerjasama dengan even organizer profesional. Bahkan sangat banyak koreksi tajam yang Haris sampaikan. “Jangan terkesan dadakan,” tambahnya lagi.

Tumpah ruah rasa kecewa kembali ia tunjukkan ketika melepas lomba arung jeram. Pasalnya di acara level nasional, namun hanya tersedia empat unit perahu karet. Haris pun langsung mempertanyakan keberadaan lima unit perahu karet yang dibeli Pemkab Merangin.

Seharusnya, menurut Haris lima perahu lainnya juga sedia. Belum lagi kebutuhan perahu evakuasi jika terjadi hal tak diinginkan selama lomba berlangsung. “Kalo dak siap bentilah lomba,” sebutnya geram.

Lebih parah lagi ketika Haris, Wabup Khafid Moein, dan Kajari Merangin Haryono hendak mengarungi Sungai Batang Merangin dengan perahu. Namun ternyata perahunya tidak tersedia oleh panitia.

“Baru sekali ini lah aku turun susah nian. Semua tidak siap. Kalo begini Pak Kajari, kito beli baelah perahu sikok sorang,” tutupnya.

Kabar tidak meriahnya even FPGNM ini sudah berhembus luas. Salah seorang pengunjung, Rudi (35), mengatakan hampir tak terlihat sama sekali even nasional tengah berlangsung. Semua terkesan biasa-biasa saja.

“Pak Gubernur be dak hadir. Hanya Wakil Gubernur bae yang hadir. Semakin dak teraso kalau ini even nasional,” ujar Rudi.(mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here