Ambo Tuo memamerkan cabe hasil kebunnya

KabarJambi.net – Di tengah meroketnya harga cabe di pasaran saat ini, Petani Tanjab Timur, yakni Ambo Tuo malah ketiban berkah.

Warga Kecamatan Nipah Panjang, Tanjab Timur ini dapat meraup untung maksimal lantaran harga cabai sempat menyentuh harga Rp 90 ribu per kilo.

Saat ini, ia menanam cabai keriting Carlos F1 produk hybrid dari Matahari Seed. “Di musim extrem seperti sekarang, Alhamdulillah tidak terjadi kerontokan buah dan bunga, bahkan sangat banyak ditemukan 1 cabang terdiri dari 2 cabe. 1 Kg Carlos F1 hanya terdiri 185 cabe. Berarti untuk angkatan buah pertama carlos F1 sudah menghasilkan 1,4 kg per batang,” ungkapnya.

Dengan harga normal sekarang Rp 55000 /kg di petani , ia bisa meraup untung jutaan rupiah. Apalagi, cabai ini bisa dipanen dalam beberapa tahap.

“Jika perawatan oke dan tidak terjadi kerontokan, buah kedua atau panen tahap kedua, bisa mencapai hasil 60% dari angkatan buah pertama,” jelasnya.

Ia juga berharap pemeritah lebih mengedukasi petani agar mau menanam cabai. “Peluang usaha di cabai ini besar, sehingga bisa dikembangkan lagi. Harapannya pemerintah juga mensosialisasikan kepada petani tentang teknologi dan lainnya,” tutup Ambo. (nv)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY