Kabarjambi.net – Dalam satu pekan terakhir. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi berhasil menyita ratusan kosmetik dan puluhan obat-obatan tradisional berbagai jenis tanpa surat izin di Provinsi Jambi.

Selain menyita kosmetik dan obat-obatan tradisional tanpa surat izin, BPOM Jambi juga berhasil menyita delapan kosmetik kecantikan dan puluham obat-obatan tradisional yang mengandung berbagai bahan berbahaya.

Kepala BPOM Jambi, Ujang Supriatna, mengatakan penyitaan dan temuan kosmetik dan obat-obatan tradisional itu merupakan hasil razia yang dilakukan BPOM Jambi di Kota Jambi, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Tebo.

“Dalam razia itu, kita berhasil menyita sebanyak 197 bahan kosmetik kecantikan berbagai merek dan 31 obat-obatan tradisional tanpa izin edar dengan jumlah pics 2.112 kosmetik dan 1160 obat-obatan,” ujar Ujang Supriatna saat ditemui Kabarjambi.net di ruang kerjanya, Senin (31/10/2016).

Ia juga menyebutkan, untuk bahan kosmetik kecantikan dan obat-obatan tradisional tanpa izin edar itu diamankan dengan nominal harga mencapai Rp 33,028 juta.

Selain dari pada itu, BPOM Provinsi Jambi juga berhasil menyita untuk bahan kosmetik kecantikan dan obat-obatan tradisional yang mengandung bahan berbahaya atau dilarang.

“Kalau untuk kosmetik kecantikan dan obat-obatan tradisional yang mengandung bahan berbahaya ada sebanyak 8 kosmetik berbagai jenis, dan 93 obat-obatan, dengan jumlah pics untuk kosmetik sebanyak 39 dan 2971 untuk obat-obatan, yang nominalnya mencapai Rp 99,445 juta,” terang Ujang.

“Jika dijumlahkan semua nominal uangnya dari bahan kosmetik dan obat-obatan baik yang tidak memiliki surat izin edar maupun yang mengandung bahan berbahaya mencapai Rp 42,973 juta,” lanjutnya.

Dari semua itu, kata Ujang, untuk bahan kosmetik kecantikan didapat dari jumlah sarana yang mempunyai ketentuan maupun tidak mempunyai ketentuan. “Tiga belas sarana tidak mempunyai ketentuan dan 2 sarana mempunyai ketentuan,” katanya

“Kalau untuk obat-obatan tradisional itu didapat dari 6 sarana yang tidak mempunyai ketentuan dengan mengedarkan produk tanpa izin edar sebanyak 5 sarana, dan 1 sarana lagi dari produk tanpa izin edar dan bahan berbahaya, temuan dan sitaan itu semua kita lakukan selama satu bulan ini, tepatnya pada awal dan akhir Oktober 2016, serta nanti semua itu bakal kita musnah,” tukasnya. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY