KabarJambi.net – Saat pemerintah pusat sedang giat-giatnya memberantas Pungutan Liar (Pungli), oknum di Diknas Pendidikan Muaro Jambi malah melakukannya dengan tanpa merasa bersalah.

Mereka memotong tiga hingga lima persen dana  Bantuan Operasional Pemerintah (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Saya binggung, ketika ngurus BOP ke Dinas Pendidikan, kita diminta uang sebagai ucapan terimah kasih, katanya mereka membantu kita untuk mengurusi BOP, jadi harus dikasih uang,” kata salah satu Guru PAUD Kabupaten Muaro Jambi, yang tak ingin disebut namanya, pada KabarJambi.net, Sabtu (15/10/2016).

Dikatakannya, bukan hanya satu lembaga PAUD, tetapi hampir semua PAUD yang berada di Kabupaten Muaro Jambi juga diminta uang potongan sebagai ucapan terimah kasih oleh oknum Diknas tersebut, bahkan oknum tersebut meminta kepada pihak sekolah yang mengurus BOP, kalau sudah ada kesepakatan dan perjanjian agar tidak memberitahukan hal ini kepada pihak Lembaga Hukum atau Pengacara.

“Anehnyo ucapan terimo kasih tapi ditentukan, minta 3 % dari jumlah bantuan perlembaga, sekarang naik 5%, ya kan lumayan kalau misalnya BOP nya Rp 15 Juta perlembaga, kalau dikalikan 3% / 5%  berapa banyak jumlah PAUD yang ada di Kabupaten Muaro Jambi,” tambahnya lagi.

“Sedihnya lagi, kami kan tau sendiri berapa si gaji kami, malah bantuan honorer guru jumlahnya Rp 1,2 juta dipotong, sebesar Rp 150 ribu itu pas puasa sebelum lebaran, sama katanya sebagai ucapan terimah kasih juga, karena mereka berjasa,” jelasnya.(Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY