Kabarjambi.net – Debt Collector Wom Finance dilaporkan oleh seorang pria bernama Holen Res, warga Sungai Bertam Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) lantaran perampasan motor Mio j warna biru putih Bernopol BH 1937 YE yang dikendarainya.

Kejadian perampasan motor oleh debt collector ini dilakukan pada Sabtu (1/10/16). Saat itu Holen Res (korban) sedang jalan seorang diri dengan mengendarai motornya di wilayah Arizona.

” Pertama datang dua orang pakek motor Megapro habis tu salah seorang nelpon, terus tidak berapa lama datang 4 orang mengendarai motor Scoopy dan Vixion,” ujarnya.

Korban sempat melaporkan kasus ini ke Mapolsek Kotabaru, namun tidak ditanggapi. Polsek beralasan tidak ada unsur tindak kriminal dan malah disarankan melapor ke Mapolresta Jambi.

” Dak tau bang, tadi pas melaporkan kejadian itu malah disuruh melaporkan ke Polresta,” ungkapnya dengan bingung.

Sementara itu terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Jambi, Ibnu Kholdun mengatakan terkait laporan korban yang tidak ditanggapi aparat kepolisian atas kejadian perampasan kendaraan oleh pihak leasing membuat pihak YLKI merasa kecewa.

Menurutnya, jika setiap perampasan kendaraan yang dilakukan oleh pihak leasing kepada konsumen nya di jalan itu telah melanggar peraturan undang-undang konsumen.

” Polisi harus bertindak apalagi sudah ada instruksi Presiden kepada Kapolda Jambi bahwa jangan ada unsur tindak kriminalitas di Jambi karena debt collector itu sama saja preman jalanan,” ungkapnya.(fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY