KabarJambi.net – Sebagian pasien RSUD Abdul Manap mengeluhkan layanan RSUD Abdul Manap. Obat yang diresepkan dokter ternyata sebagian tidak ada di apotek rawat jalan. Akibatnya, pasien tidak memperoleh obat atau memperoleh obat tapi jumlahnya tidak sebanyak yang tertulis dalam resep.

Yayuk Purwanti, warga Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi mengaku menemai suaminya yang berobat ke Poli Penyakit Dalam RSUD Abdul Manap, tiga bulan terakhir.

“Suami saya dirujuk dari Puskesmas karena gula darahnya tinggi dan tidak turun-turun. Dari pemeriksaan darah di RSUD Abdul Manap diketahui ternyata suami saya memiliki trigliserida yang sangat tinggi, kolesterol juga tinggi. Oleh dokter spesialis penyakit dalam diberi resep suntik insulin, obat diabet oral, dan obat penurun trigliserida,” jelas Yayuk kepada KabarJambi.net, Kamis (15/12/2016).

Rupanya, ketika mengambil obat ke apotek rawat jalan rumah sakit, obat suntik insulin seharusnya mendapat dua ternyata hanya diberi satu.

“Pihak  apotek beralasan obat insulinnya habis. Akhirnya kami minta copy resepnya dan bilang akan mengambil kekurangan obat kalau obat tersebut sudah ada. Sudah tiga kali kami mendatangi apotek obat tersebut habis terus,” ujar Yayuk.

Dia menambahkan, obat penurun trigliserida dan obat diabet oral yang diberikan jumlahnya juga tidak sesuai dengan di resep.

“Obat itu kan untuk satu bulan. Tetapi obat trigliserida diberi hanya untuk 7 hari, obat diabet oral juga hanya seminggu. Padahal, kami disuruh kembali ke rumah sakit sebulan kemudian,” imbuhnya.

Yayuk mengaku ketika sedang mengantri di ruang tunggu Poli Penyakit Dalam, sempat mengobrol dengan pasien lainnya. Ternyata hal serupa juga terjadi pada pasien lain.

“Ternyata banyak yang mengalami hal serupa. Mereka mengeluhkan obat tidak ada atau obatnya ada tapi jumlahnya tidak sama yang ditulis di resep,” ucapnya.

“Kami sempat komplain dengan dokter penyakit dalam. Ternyata, dokter mengakui memang beberapa jenis obat di RSUD Abdul Manap habis, malah ada yang habis sejak bulan Agustus lalu. Kepada kami dokter menyatakan telah menemui direktur utama rumah sakit menyampaikan persoalan ini, namun hingga kini belum ada solusi,” tambahnya. (mu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here