KabarJambi.net – Gedung DPRD Provinsi Jambi dilengkapi dengan fasilitas baru: eskalator. Namun, meskipun tahun anggaran 2016 sudah lewat, pengerjaan pemasangan eskalator tersebut belum selesai.

Selain melewati batas waktu pengerjaan, eskalator tersebut dikuatirkan tidak akan bisa digunakan saat pelaksanaan sidang paripurna DPRD dalam rangka memperingati HUT Ke-60 Provinsi Jambi.

Proyek tersebut menelan dana ABPD murni Provinsi Jambi tahun anggaran 2016. Pagu anggarannya mencapai Rp 3 milyar.

“Memang belum selesai pengerjaannya, ada kendala,” ujar Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston, Selasa (3/1/2017).

Menurut Cornelis, pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut memesan eskalator ke China. Spek yang dipesan khusus menyesuaikan bentuk tangga yang sudah ada.

“Karena bentuknya khusus, ya pengerjaan pembuatan eskalator tersebut memakan waktu lebih lama. Ketika itu pihak produsen menyanggupi pembuatan eskalatornya cukup 1 bulan. Ternyata waktunya lebih dari 1 bulan,” ungkap Cornelis.

Terhitung 29 Desember 2016, kontraktor mendapat perpanjangan kontrak, namun dikenai denda. “Dendanya 1 per mil, atau sekitar Rp 3 juta per hari,” tambahnya.

Politisi Demokrat ini berharap pemasangan eskalator sudah selesai dalam satu atau dua hari mendatang karena pada tanggal 6 Januari sudah harus digunakan dalam rangka acara sidang paripurna HUT Provinsi Jambi. (mu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY