Ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail (kemeja lengan panjang) didampingi kuasa hukumnya Musri Nauli SH, saat melaporkan wakil Ketua DPRD Fauzi Yusuf ke Polres Merangin

Kabarjambi.net – Fauzi Yusuf tak gentar dengan laporan Zaidan Ismail di Polres Merangin. Ia mengatakan ia tak dapat begitu saja dituntut ke ranah hukum.

Sandarannya adalah Peraturan DPRD Merangin nomor 1 tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD. Dimana pada Pasal 29 ayat (1) tentang hak imunitas anggota DPRD mengatur dengan sangat jelas.

“Saya tidak bisa dituntut karena komentar baik di dalam maupun di luar sidang selama terkait kepentingan publik. Tidak sembarangan. Saya sama sekali tidak gentar,” ujar Fauzi.

Fauzi juga membantah mengatakan Zaidan menyuruh merubah Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPRD. “Sayo tidak mengatakan Zaidan menyuruh, tapi sayo minta kepada Hasbi untuk tidak melakukan perubahan terhadap anggaran yang yang sudah disepakati,” ujar Fauzi lagi.

Ia bahkan mengatakan siap buka dokumen APBD. Dimana ada yang tidak sesuai kesepakatan awal. “Kalau itu melebar saya siap buka dokumen APBD yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal, sayo rasa panitia anggaran taulah,” tambahnya.

Rabu (16/8) sore, Ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail melaporkan Wakil Ketua DPRD Fauzi Yusuf ke Polres Merangin. Kuasa hukum Zaidan, Musri Nauli SH, mengkonfirmasi berita ini. Ia benarkan bahwa terlapor adalah unsur pimpinan DPRD.

“Benar bahwa saya tadi mendampingi Pak Zaidan Ketua DPRD Merangin. Melaporkan adanya seseorang yang menyampaikan fitnah bahwa Ketua DPRD memerintahkan Hasbi, staf DPRD, untuk mengubah DPA DPRD Merangin,” ujar Musri Nauli.

Menurut Musri, dugaan fitnah ini disampaikan di kantin DPRD Merangin pada Rabu (9/8) lalu. Saat itu ada beberapa orang di kantin DPRD, termasuk Hasbi.

“Hari Jumat tanggal 11 Agustus kemarin Hasbi ngasih tau Pak Zaidan. Berita itu tidak benar, beliau merasa terhina atas tuduhan tersebut. Difitnah orang itu pedih,” ujar Musri lagi.

Zaidan yang juga Ketua DPC PDIP Merangin, juga membenarkan ia melaporkan salah seorang unsur pimpinan DPRD. Namun ia menyerahkan ke kuasa hukumnya untuk berbicara mengenai kasus ini.

“Benar. Tapi silakan tanya Pak Musri Nauli saja,” ujar Zaidan pula.(Marsis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here