Fauzi melihat kincir air di Desa Air Liki Baru. Dimana kincir air ini menjadi andalan petani guna mengairi sawahnya karena tidak maksimalnya sistem irigasi

Kabarjambi.net – Tiga desa di Kabupaten Merangin masih terkungkung keterisoliran. Yakni Desa Air Liki dan Air Liki Baru di Kecamatan Tabir Barat. Lalu Desa Koto Rawan di Kecamatan Jangkat.

Ini menjadi perhatian khusus kandidat kuat Bupati Merangin periode 2018-2023, Ir H Ahmad Fauzi Ansori MT. Fauzi mengatakan membebaskan dua desa ini dari keterisoliran adalah prioritas baginya.

 “Prioritas membuka desa terisolir. Ada tiga desa, Air Liki, Air Liki Baru, dan Koto Rawang. Saya sudah datang ke semua desa ini. Wajib dipastikan tidak terisolir lagi,” ujar Fauzi, Senin (24/7).

Ia mengatakan, akses jalan yang memadai ke semua desa ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Karena warga di ke tiga desa memiliki hak yang sama dengan 215 desa/kelurahan lainnya di Kabupaten Merangin.

“Jelas itu. Hak mendapatkan pembangunan, terutama infrastruktur. Saya yakin bisa dibuka, asalkan cara dan prosedurnya dilakukan secara benar,” ujar Fauzi lagi.

Bang Ojie, sapaannya, mengatakan upaya yang paling mendasar adalah mengurus perizinan. Karena desa-desa ini berada dalam kawasan hutan konservasi nasional. Sehingga perizinan harus menjadi prioritas sebelum membangun infrastruktur jalannya.

“Untuk apa dana pembuatan jalannya dianggarkan, kalau izin membuka jalan tidak ada. Itu tidak benar. Dana yang ada juga tidak bisa digunakan. Malah bisa bermasalah secara hukum. Jadi pastikan izinnya kelar duluan, baru anggaran pembangunan dikucurkan,” tambahnya lagi.

Mengenai potensi, ia melihat di ke tiga desa ini ada potensi besar yang sangat potensial untuk dikembangkan. Air Liki dan Air Liki Baru misalnya, bisa jadi sentra perikanan air deras dan juga lumbung padi.

“Sementara di Koto Rawang kan penghasilan kopi besar. Itu potensi yang memungkinkan ekonomi masyarakat berkembang dengan baik. Kulit manis juga banyak. Tapi selama ini kan butuh cost (biaya) besar untuk membawa keluar dan menjualnya. Karena tidak ada jalan yang memadai,” tutup Fauzi.(mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here