Belasan warga Air Liki yang menunggu di Dusun Batu Gembung

Kabarjambi.net – Selama dua hari Ahmad Fauzi Ansori menyambangi Desa Air Liki, 2-3 Februari kemarin. Ia datang bersama istrinya, Hj Zusmaini, ke desa terujung di Kecamatan Tabir Barat itu.

Kepada kabarjambi.net, Fauzi mengatakan datang ke Air Liki dan Air Liki Baru, membuat hasratnya selama puluhan tahun terjawab. Karena selain Air Liki, seluruh desa di Merangin sudah kunjungi.

“256 desa di Sarko (Sarolangun Bangko) semuanya sudah sayo sudah datang. Kecuali Air Liki. Alhamdulillah, raso penasaran sudah sayo terjawab,” ujar Fauzi, Sabtu (4/2).

Ia katakan, banyak catatan sangat menarik dari kunjungan Air Liki. Baik itu terkait terisolirnya desa ini, beratnya tantangan alam, alamnya yang indah, sawah yang subur, hingga keteguhan masyarakat memegang adat.

Bang Ojie menyapa anak-anak diatas jembatan desa Air Liki Baru“Sayo luar biaso terkesan. Begitu naik ketek di pelabuhan Ngaol, sayo sudah sangat terharu. Di atas ketek sayo cerito dengan istri, insya Allah kami akan datang berkali-kali ke Air Liki dan Air Liki Baru,” ujarnya lagi.

Fauzi juga mengatakan sangat berterima kasih kepada masyarakat Air Liki dan Air Liki Baru. Mulai dari Ngaol, perahu ketek sudah disediakan.

Begitu juga ketika tiba di Dusun Batu Gembung, dusun pertama di Air Liki. Belasan orang sudah siap dengan sepeda motornya untuk mengantar Bang Ojie dan rombongan hingga ke Dusun Genting, Desa Air Liki Baru.

“Kami nginap di rumah Pak Martunis, Datuk Langkah. Mantan Kades Air Liki Baru. Malamnya silaturrahmi dengan masyarakat setempat. Sampai tengah malam. Luar biaso, sangat ramah dan hangat,” ujarnya.(Joni Sastra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here