KabarJambi.net – Kepala Bappeda Provinsi Jambi Fauzi Ansori membuka secara resmi pelatihan perencanaan dan penganggaran SDM perencana terkait dengan upaya penyelarasan RPJMD dengan RPJMN 2016-2019 di Hotel Shang Ratu, Selasa (29/11/2016).

Dikatakan Fauzi Ansori, melalui UU No. 25/2004 mengenai sistem perencanaan pembangunan nasional dan UU No. 23/2014 mengenai pemerintah daerah untuk mengamanatkan menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dari penjabaran visi misi kepala daerah terpilih.

“Kedua UU tersebut juga mengatur hubungan yang hirarki RPJMD dengan dokumen lainnya termasuk juga RPJMN,” jelasnya.

RPJMD dan RPJMN dokumen perencanaan daerah untuk periode lima tahun juga terciptanya sinergitas dan terintegrasinya perencanaan pusat dan daerah.

“RPJMD dan RPJMN merupakan dokumen yang dilakukan melalui penyelarasan antar kedua dokumen tersebut, contohnya bila pemerintah pusat mengedepankan akan ketahanan pangan pemerintah daerah harus mengikutinya dan tidak boleh menyimpang,” terangnya.

Penyelarasan jangan diartikan bahwa perencanaan yang dibuat bersifat top down dan daerah tidak bisa berinovasi untuk membuat kebijakan sesuai dengan kebutuhan.

“Penyelarasan ini sesuai pula dengan pendekatan holistik, tematik, terintergrasi dan spasial. Pendekatan ini lebih mengefesienkan penggunaan akan anggaran dan lebih fokus dalam pencapaian sasaran,” ungkapnya.

Untuk Provinsi Jambi sendiri, khususnya RPJMD 2016-20121, telah melakukan penyelarasan dengan RPJMN 2015-2019.

Ditambahkannya, penyelarasan ini telah dilakukan pada kebijakan dan agenda pembangunan serta sasaran prioritas dan indikator.

“Termasuk juga mempersiapkan akan SDM agar mampu melaksanakan amanat penyelarasan RPJMN dan RPJMD ini. Melalui pelatihan ini SDM perencana di Provinsi Jambi mampu melakukan penyelarasan RPJMD provinsi dan kabupaten/kota terhadap RPJMN 2015-2019,” tegasnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here