KABARJAMBI.NET, Bangko – Ahmad Fauzi – Sujarmin terlalu dominan. Dominasi paslon FAJAR ini terlihat kentara di sepanjang debat publik yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Merangin, Sabtu (12/5/18) malam.

Mengusung visi Merangin Sejahtera 2023, Fauzi menyampaikan visi misinya dengan lancar. Pun ketika menjawab pertanyaan dari paslon lain.

Menariknya, pertanyaan ‘kuju’ dari paslon dua dan tiga ia jawab dengan gamblang. Yakni soal kerusakan lingkungan. Khususnya perambahan hutan dan PETI.

Fauzi mengatakan soal tambang tidak mau begitu saja memilih pendekatan represif. Ia justru melihat pendekatan berbasis tata ruang wilayah sebagai solusi riil.

Ia sampaikan bahwa Pemprov Jambi sudah memiliki Perda Tata Ruang. Termasuk di dalamnya mengenai RTRW terkait Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

“Pendekatan solusi dari kami adalah berbasis tata ruang. Perda RTRW Pemprov Jambi sudah ada, tapi masalahnya adalah selama ini tidak diadopsi dan disesuaikan oleh Pemkab Merangin,” kata Fauzi.

Jika itu dilakukan, dampaknya akan sangat besar. PETI terhenti, kemudian pemerintah juga dapat pemasukan dari aktifitas tambang rakyat yang dilegalkan.

“Terpenting tidak terjadi lagi kerusakan di sepanjang sempadan sungai. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat kita minimalisir,” tambahnya lagi.

Begitu juga mengenai perambahan hutan. Menurutnya pembiaran terhadap perambahan sudah terjadi sejak lama. Terutama 10 tahun terakhir ini semakin massif dan nyaris tidak ada tindakan pencegahan yang berarti.

Padahal sebenarnya dulu peran dan kewenangan pemkab besar dalam hal kehutanan. Hanya saja saat ini memang sudah ditarik menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

“Pembiaran terjadi sejak lama. Termasuk 10 tahun terakhir ketika Pak Nalim dan Pak Haris menjabat Bupati Merangin. Kami justru hadir sebagai solusi dalam hal ini,” tambahnya lagi.

Debat berjalan cukup menarik. Al Haris – Mashuri (Hamas) mendapat pertanyaan mengenai desentralisasi fiskal dari FAJAR. Sementara Nalim-Khafid (Nakaf) sendiri juga mengajukan pertanyaan senada kepada FAJAR. Yakni soal lingkungan dan kehutanan.

Dalam paparannya, Hamas menyampaikam visi Merangin Mantap 2023. Ia mengklaim infrastruktur Merangin meningkat drastis beberapa tahun terakhir.

Sementara Nakaf mengusung visi Merangin Lebih Baik. Untuk hal ini Nakaf sempat mendapat pertanyaan tentang indikator visi Merangin Lebih Baik tersebut dari Hamas.(geb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here